Bagi para penggemar game battle royale di platform mobile, kabar penutupan server Call of Duty: Warzone Mobile pasti mengejutkan. Activision baru saja mengonfirmasi bahwa game ini akan offline secara permanen pada 17 April 2026, hanya dua tahun setelah peluncurannya. Pengumuman ini disampaikan melalui blog dukungan resmi mereka, di mana juga disebutkan bahwa game sudah dihapus dari app store sejak Mei 2025. Bagi gamer Indonesia yang aktif top-up COD Points, ini menjadi momen untuk segera bertindak sebelum terlambat.
Warzone Mobile hadir sebagai adaptasi penuh dari mode battle royale ikonik Call of Duty untuk perangkat mobile, menawarkan pengalaman serupa dengan versi PC dan konsol. Namun, meski sempat populer, game ini kini harus berpisah dengan jutaan pemainnya. Mari kita kupas lebih dalam apa yang terjadi, mengapa begini, dan langkah apa yang bisa diambil para pemain Tanah Air.
1 Pengumuman Resmi dari Activision
Activision secara tegas mengonfirmasi penutupan server Call of Duty: Warzone Mobile melalui postingan di blog dukungan mereka. Tanggal pasti yang disebutkan adalah 17 April 2026, di mana semua layanan online akan dihentikan sepenuhnya. Sebelumnya, pada Mei 2025, game ini sudah dihapus dari Google Play Store dan Apple App Store, sehingga pemain baru tidak bisa lagi mengunduhnya.
Yang perlu diperhatikan, Activision tidak akan memberikan refund untuk COD Points yang belum digunakan. Ini berarti saldo top-up yang masih tersisa akan hilang begitu server mati. Bagi pemain Indonesia, di mana top-up game sering dilakukan via pulsa atau e-wallet, ini jadi pelajaran berharga tentang risiko investasi di game live service.
Perlu Diketahui
Game sudah tidak bisa diunduh sejak Mei 2025, tapi pemain existing masih bisa main hingga shutdown. Pastikan akun Anda terhubung dengan Activision ID untuk akses cross-progression jika ada.
2 Sejarah Singkat Peluncuran Warzone Mobile
Call of Duty: Warzone Mobile resmi dirilis pada Maret 2024, setelah masa beta yang panjang dan dinanti-nanti oleh komunitas mobile gamer. Game ini dikembangkan oleh Digital Legends Entertainment dan Beenox, membawa map Verdansk ikonik, gulag system, serta integrasi dengan Call of Duty: Mobile. Di Indonesia, game ini sempat booming berkat grafis tinggi dan gameplay cepat yang cocok untuk smartphone mid-range seperti Poco atau Realme.
Sayangnya, meski menawarkan pengalaman battle royale 120 pemain secara real-time, Warzone Mobile menghadapi tantangan seperti ukuran file besar (lebih dari 4GB awal), bug optimasi, dan kompetisi ketat dari PUBG Mobile serta Free Fire Max. Hanya dalam dua tahun, Activision memutuskan untuk menutupnya, mungkin karena data pemain tidak mencapai target monetisasi.
- 1 Peluncuran Global: Maret 2024 dengan dukungan cross-progression ke CoD Mobile dan PC.
- 2 Delisting App Store: Mei 2025, menghentikan unduhan baru tapi server tetap hidup hingga 2026.
- 3 Durasi Hidup: Kurang dari 2 tahun penuh, termasuk fase beta.
3 Dampak Penutupan bagi Pemain Indonesia dan Alasan di Baliknya
Bagi komunitas gamer Indonesia, yang mayoritas bermain via smartphone Android, penutupan ini berarti kehilangan salah satu battle royale premium gratis. Banyak pemain di Tanah Air sudah menghabiskan ratusan ribu rupiah untuk battle pass dan skin eksklusif. Tidak adanya refund membuat situasi semakin menyedihkan, terutama bagi yang top-up via provider lokal seperti Telkomsel atau XL.
Alasan utama penutupan kemungkinan karena performa kurang memuaskan: jumlah pemain aktif menurun, biaya maintenance tinggi untuk server global, dan shift fokus Activision ke Warzone utama di PC/konsol serta pengembangan Black Ops 6. Di Indonesia, di mana koneksi internet sering tidak stabil, masalah lag juga menjadi keluhan utama.
Pro Tip!
Segera habiskan COD Points untuk battle pass atau senjata favorit sebelum 17 April 2026. Transfer progress ke CoD Mobile jika memungkinkan via Activision ID untuk lanjut grinding rank.
4 Tips dan Alternatif untuk Pemain Setia
Masih ada waktu hampir 1,5 tahun hingga shutdown, jadi manfaatkan sebaik mungkin. Fokus pada mode Rebirth Island untuk match cepat, atau kumpulkan trophy di event seasonal. Untuk pemain Indonesia, optimalkan pengaturan grafis agar lancar di HP spek rendah.
- ā Habiskan Saldo: Beli loadout eksklusif atau black market items sekarang, karena tidak bisa ditransfer.
- ā Pindah ke Alternatif: Coba Call of Duty: Mobile yang masih aktif, atau PUBG Mobile dengan map mirip Verdansk.
- ā Komunitas Indo: Ikuti grup Discord atau Facebook Warzone Mobile Indonesia untuk event terakhir dan trading akun aman.
Penutupan Call of Duty: Warzone Mobile menandai akhir era singkat bagi salah satu battle royale mobile paling ambisius. Meski mengecewakan, ini juga peluang untuk mengeksplorasi game lain yang lebih stabil dan ramah pemain Indonesia. Selamat bermain hingga detik terakhir, dan semoga Activision punya kejutan baru di masa depan untuk mengisi kekosongan ini.