Dalam dunia gaming PC yang semakin kompetitif, kabar buruk datang dari Asus: mereka menghentikan produksi kartu grafis RTX 5070 Ti. Dilaporkan oleh Hardware Unboxed pada hari Kamis lalu, langkah ini dipicu oleh kekurangan pasokan memori yang parah. Bagi gamer Indonesia yang sedang menunggu GPU mid-range berbasis arsitektur Blackwell ini, berita ini bisa mengubah rencana upgrade rig mereka. Apa sebenarnya yang terjadi dan bagaimana dampaknya?
RTX 50-series dari NVIDIA diharapkan menjadi lompatan performa besar dengan teknologi AI canggih dan ray tracing superior. Namun, krisis memori GDDR7 membuat produksi tersendat, terutama pada model harga menengah seperti RTX 5070 Ti. Mari kita bedah lebih dalam isu ini agar kamu bisa membuat keputusan bijak saat berburu hardware impian.
1 Latar Belakang Krisis Memori pada RTX 5070 Ti
Hardware Unboxed menerima konfirmasi langsung dari Asus bahwa RTX 5070 Ti sedang mengalami kekurangan pasokan memori secara eksplisit. Akibatnya, model ini sudah ditempatkan dalam status end-of-life (EOL), artinya produksi resmi dihentikan. Ini bukan sekadar rumor; Asus menyatakan hal ini secara tegas kepada tim review tersebut.
Kekurangan ini terutama menyerang versi GPU 50-series yang lebih murah, seperti RTX 5070 Ti yang diposisikan sebagai pilihan mid-range ideal untuk gaming 1440p dan 4K entry-level. Memori GDDR7, yang menjadi andalan seri ini untuk kecepatan dan efisiensi lebih tinggi dibanding GDDR6X, ternyata sulit diproduksi massal. Produsen memori seperti Samsung dan Micron kesulitan memenuhi permintaan NVIDIA, yang memicu rantai pasok terganggu.
Bagi pembaca Indonesia, context ini penting karena impor GPU sering kali terhambat oleh fluktuasi kurs rupiah dan biaya logistik. Saat stok langka, harga di marketplace seperti Tokopedia atau Shopee bisa melonjak hingga 20-30% di atas MSRP.
2 Respons Nvidia dan Dampak pada GPU Lainnya
Meski Asus sudah menarik diri, Nvidia menegaskan bahwa mereka belum menghentikan produksi RTX 5070 Ti atau model 50-series lainnya. Pernyataan ini bertujuan menenangkan pasar, tapi realitas di lapangan berbeda: mitra seperti Asus, MSI, dan Gigabyte mulai mengurangi output karena keterbatasan komponen memori.
Perlu Diketahui
Kekurangan GDDR7 bukan hal baru. Sejak RTX 50-series diumumkan, analis seperti Moore's Law is Dead sudah memprediksi isu ini karena transisi dari GDDR6X ke GDDR7 memerlukan fabrikasi khusus 10nm-class, yang kapasitasnya terbatas hingga 2025.
Dampaknya meluas ke model murah lainnya di 50-series, sementara flagship seperti RTX 5090 tetap aman karena prioritas produksi lebih tinggi. Di Indonesia, ini berarti stok RTX 5070 Ti di toko resmi NVIDIA Partner atau distributor besar seperti Enterkomputer bisa habis dalam hitungan hari.
- 1 RTX 5070 Ti: Target 1440p ultra dengan 12-16GB GDDR7, tapi kini stok minim dan harga spekulatif mencapai Rp 15-18 juta.
- 2 Model Terdampak Lain: RTX 5060 dan 5070 juga terkena, sementara RTX 5080 ke atas lebih stabil.
- 3 RTX 40-Series: Masih jadi pilihan aman, seperti RTX 4070 Ti Super dengan performa mendekati 5070 Ti tapi harga lebih terjangkau sekarang.
3 Alternatif dan Strategi Beli untuk Gamer Indonesia
Jangan panik dulu! Meski RTX 5070 Ti EOL dari Asus, opsi lain masih ada. Pertimbangkan RTX 4070 Ti Super dari seri sebelumnya yang menawarkan performa serupa di Cyberpunk 2077 RT Ultra atau Alan Wake 2 dengan frame rate stabil 100+ FPS di 1440p.
Pro Tip!
Pantau situs seperti Hardware Unboxed atau Reddit r/nvidia untuk update stok real-time. Di Indonesia, gunakan Pricebook.co.id untuk bandingkan harga dan set alert. Hindari pre-order spekulatif; tunggu CES 2025 untuk konfirmasi produksi massal GDDR7.
- ā Pilih RTX 4070 Ti: Harga sekitar Rp 12-14 juta, kompatibel DLSS 3.5, dan overclock mudah untuk dekati performa 5070 Ti.
- ā AMD Radeon RX 7800 XT: Alternatif non-NVIDIA dengan 16GB GDDR6, unggul di rasterization dan harga kompetitif Rp 10 juta.
- ā Upgrade CPU dulu: Jika rig kamu bottleneck di CPU, Intel Core i5-14600K atau Ryzen 7 7800X3D beri boost besar tanpa ganti GPU.
Insight tambahan: Krisis ini mirip kekurangan RTX 30-series pasca-pandemi. NVIDIA kemungkinan akan alokasikan lebih banyak GDDR7 ke mitra besar seperti EVGA atau custom AIB, tapi untuk pasar Indonesia, impor paralel dari Singapura bisa jadi solusi cepat.
4 Prospek Masa Depan GPU 50-Series
NVIDIA optimis bahwa produksi GDDR7 akan normalisasi pada Q2 2025, seiring ekspansi pabrik Micron. Sementara itu, Asus mungkin luncurkan varian custom dengan memori campuran atau prioritas ke RTX 5080 Ti. Gamer Indonesia disarankan tahan nafsu upgrade jika budget terbatas di bawah Rp 15 juta.
Secara keseluruhan, krisis ini mengingatkan kita pada dinamika pasar hardware: supply chain global sangat rentan terhadap faktor seperti permintaan AI dan geopolitik. Tetap update via komunitas seperti Jagat Review atau forum Kaskus Hardware untuk info lokal terkini.
Kesimpulannya, penghentian produksi RTX 5070 Ti oleh Asus adalah pukulan bagi penggemar mid-range, tapi bukan akhir dunia. Dengan alternatif solid dari seri 40 dan strategi pintar, kamu tetap bisa bangun PC gaming impian tanpa terjebak harga gila. Pantau perkembangan, prioritaskan value for money, dan siap-siap untuk gelombang stok baru tahun depan. Gaming continues!