Home Blog Gaming Atari Hotel di Las Vegas Resmi...
šŸ“
Gaming

Atari Hotel di Las Vegas Resmi Dibatalkan: Rencana Phoenix Masih Tetap Jalan

A

Administrator

Author

19 Jan 2026
35 views
0 komentar
Share:

Dunia gaming kembali dikecewakan dengan kabar bahwa proyek Atari Hotel di Las Vegas resmi dibatalkan. Pengumuman ini datang enam tahun setelah Atari pertama kali menggebrak industri dengan rencana membangun jaringan hotel bertema retro gaming pada Januari 2020, tepat sebelum pandemi Covid-19 melanda. Bagi gamer Indonesia yang akrab dengan konsol legendaris Atari seperti Pong atau Atari 2600, ide hotel ini terdengar seperti surga: suite bertema game klasik, arcade raksasa, dan pengalaman imersif yang menyatukan nostalgia dengan hiburan modern.

Meski Las Vegas gagal terealisasi, perusahaan Atari menyatakan bahwa rencana di Phoenix masih on track. Kabar ini memicu diskusi di kalangan komunitas gaming global, termasuk di Indonesia di mana top-up game dan event eSports sedang booming. Mari kita kupas tuntas apa yang sebenarnya terjadi, latar belakang proyek, dan insight bagi para penggemar yang bermimpi liburan ala gamer.

1 Latar Belakang Pengumuman Atari Hotel

Pada Januari 2020, Atari, perusahaan pionir industri video game yang lahir tahun 1972, mengumumkan rencana besar membangun beberapa hotel bertema gaming di berbagai kota AS. Konsepnya menjanjikan pengalaman unik: lobi seperti ruang arcade tahun 80-an, kamar suite dengan desain Pong atau Asteroids, restoran bertema game, hingga turnamen eSports harian. Ini bukan sekadar hotel, tapi portal nostalgia untuk generasi gamer lama dan pengantar baru ke dunia retro gaming.

Bagi pembaca Indonesia, Atari mungkin dikenal lewat emulator atau koleksi konsol vintage di pasar loak seperti Glodok Jakarta. Saat itu, pandemi Covid-19 segera menyusul pengumuman, menghantam industri pariwisata dan hiburan. Enam tahun berlalu hingga 2026, belum ada satu pun hotel yang berdiri, menunjukkan betapa sulitnya mewujudkan visi ini di tengah tantangan ekonomi global.

ā„¹ļø

Perlu Diketahui

Atari bukan pemain baru di bisnis non-gaming. Mereka pernah bangkrut tahun 1983 akibat crash pasar konsol, tapi bangkit lewat lisensi IP. Hotel ini bagian dari strategi diversifikasi untuk monetisasi warisan gaming mereka.

2 Alasan Pembatalan di Las Vegas dan Tantangan Industri

Las Vegas, kota hiburan nomor satu dunia dengan casino dan show bertema, seharusnya jadi lokasi ideal untuk Atari Hotel. Namun, perusahaan kini mengonfirmasi proyek ini tak lagi berjalan. Faktor utama? Pandemi Covid-19 yang lumpuhkan sektor hospitality, ditambah inflasi pasca-pandemi dan kesulitan pendanaan. Atari, yang bergantung pada lisensi IP daripada produksi hardware modern, kesulitan bersaing dengan raksasa seperti MGM atau Caesars yang punya modal kuat.

Insight menarik: Di Indonesia, kita lihat pola serupa di event gaming seperti Indonesia Game Show yang tertunda karena Covid. Bagi developer lokal seperti Agate atau Toge Productions, ini pelajaran bahwa diversifikasi ke merchandise atau pengalaman fisik butuh ketahanan finansial tinggi.

  • 1 Dampak Covid-19: Penundaan regulasi lisensi dan penurunan turis internasional bikin investor ragu.
  • 2 Persaingan Ketat: Las Vegas sudah penuh hotel tematik seperti Shark Reef di Mandalay Bay; Atari kesulitan diferensiasi.
  • 3 Masalah Finansial Atari: Pendapatan utama dari lisensi game mobile, tak cukup untuk proyek miliaran dolar.

3 Harapan di Phoenix: Apa yang Masih Bisa Diharapkan?

Meski Las Vegas batal, Atari menegaskan proyek Phoenix tetap dalam rencana. Kota di Arizona ini dipilih karena biaya pembangunan lebih rendah dan potensi pasar gamer muda yang besar. Konsepnya mirip: fasilitas VR retro, museum Atari interaktif, dan kolaborasi dengan developer indie. Jika terealisasi, ini bisa jadi pionir hotel gaming di AS bagian barat.

Bagi gamer Indonesia, Phoenix menawarkan peluang wisata gaming terjangkau via penerbangan transit. Bayangkan top-up diamond Mobile Legends sambil nunggu check-in ke suite Pac-Man!

šŸ’”

Pro Tip!

Rencanakan liburan gaming dengan budget bijak: Pantau update resmi Atari via situs mereka, dan kombinasikan dengan event seperti PAX West di Seattle untuk pengalaman maksimal. Di Indonesia, coba penginapan tematik seperti Capsule Hotel bertema anime di Jakarta sebagai latihan.

  • ⭐ Fitur Unggulan Phoenix: Arcade 10.000 sq ft dengan 100+ game klasik Atari, plus eSports arena berkapasitas 500 orang.
  • ⭐ Tips untuk Gamer Indo: Gunakan promo tiket pesawat via Traveloka untuk AS, dan top-up game lokal sebelum berangkat agar tetap kompetitif di ranked match.

4 Alternatif Pengalaman Gaming Bertema untuk Gamer Indonesia

Kegagalan Atari Hotel tak menyurutkan semangat. Di dunia, ada hotel seperti Nintendo Hotel di Jepang atau DreamWorks di Orlando. Di Indonesia, event seperti GESF atau comic con tawarkan booth arcade sementara. Insight: Industri gaming kita sedang tumbuh dengan studio lokal; bayangkan hotel bertema DreadOut di Bandung suatu hari nanti.

Sementara menunggu Phoenix, gamer bisa ciptakan pengalaman sendiri: setup home arcade dengan Raspberry Pi atau kunjungi Timezone di mall untuk nostalgia.

Pembatalan Atari Hotel Las Vegas jadi pengingat bahwa mimpi besar butuh eksekusi solid di tengah ketidakpastian. Namun, dengan Phoenix masih hijau, harapan nostalgia gaming bertema hotel tetap hidup. Bagi komunitas Indonesia, ini dorongan untuk dukung developer lokal agar ide serupa bisa lahir di tanah air. Tetap pantau update, siapa tahu besok ada kejutan baru dari Atari atau kompetitornya.

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

šŸ“°

Saudi Arabia Bidik Moonton Pembuat Mobile Legends Senilai Rp95 Triliun: Apa Dampaknya untuk Gamer Indonesia?

16 Feb 2026 Baca →
Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

15 Feb 2026 Baca →
Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

14 Feb 2026 Baca →