Home Blog Gaming Departemen Kesehatan AS Pakai...
Departemen Kesehatan AS Pakai AI Palantir untuk Saring Hibah Terkait DEI dan Gender Ideology Sejak Maret 2025
Gaming

Departemen Kesehatan AS Pakai AI Palantir untuk Saring Hibah Terkait DEI dan Gender Ideology Sejak Maret 2025

A

Administrator

Author

04 Feb 2026
18 views
0 komentar
Share:

Di era di mana kecerdasan buatan (AI) semakin meresap ke berbagai sektor pemerintahan, sebuah pengungkapan mengejutkan datang dari Amerika Serikat. Sejak Maret 2025, Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS) telah memanfaatkan tools AI dari perusahaan data analytics raksasa Palantir serta startup Credal AI untuk menyaring grants, aplikasi hibah, dan bahkan deskripsi lowongan pekerjaan. Tujuannya? Memastikan tidak ada elemen yang dianggap selaras dengan 'DEI' (Diversity, Equity, Inclusion) atau 'gender ideology' yang bertentangan dengan kebijakan pemerintahan saat ini. Bagi pembaca Indonesia, khususnya gamer yang akrab dengan AI dalam anti-cheat atau analisis data game, kasus ini menawarkan wawasan menarik tentang bagaimana teknologi serupa bisa diterapkan di luar gaming.

1 Apa yang Dilakukan HHS dengan AI Ini?

Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS), yang bertanggung jawab atas berbagai program kesehatan nasional seperti Medicare dan CDC, mulai menerapkan tools AI ini sejak Maret 2025. Alat dari Palantir digunakan untuk screening dan audit otomatis terhadap grants yang sudah disetujui, aplikasi hibah baru, serta deskripsi pekerjaan. Fokus utamanya adalah mendeteksi konten yang dianggap tidak patuh terhadap arahan Presiden, khususnya yang terkait dengan inisiatif DEI atau pandangan tentang gender ideology.

Prosesnya melibatkan analisis teks canggih yang memindai dokumen untuk kata kunci, pola bahasa, dan konteks yang menunjukkan dukungan terhadap program-program tersebut. Ini bukan sekadar pencarian kata sederhana, melainkan AI yang dilatih untuk memahami nuansa, mirip seperti sistem moderasi konten di platform gaming besar seperti Valorant atau Mobile Legends yang mendeteksi toxic chat atau cheat.

ā„¹ļø

Perlu Diketahui

HHS mengelola anggaran tahunan mencapai ratusan miliar dolar AS untuk riset kesehatan, vaksin, dan layanan sosial. Penggunaan AI ini memastikan dana publik tidak mendukung inisiatif yang dianggap bertentangan dengan prioritas pemerintahan Trump yang baru dilantik.

2 Siapa Palantir dan Credal AI di Balik Tools Ini?

Palantir Technologies adalah perusahaan software data analytics asal AS yang terkenal dengan platform seperti Foundry dan Gotham. Didirikan oleh Peter Thiel (co-founder PayPal), Palantir telah menjadi mitra pemerintah AS untuk proyek-proyek besar, termasuk pelacakan COVID-19 dan intelijen militer. Tools mereka unggul dalam mengintegrasikan data besar (big data) untuk insight real-time, yang kini diterapkan HHS untuk audit hibah.

Sementara itu, Credal AI adalah startup yang fokus pada governance AI, membantu organisasi memantau dan mengontrol output model AI mereka. Kombinasi keduanya memungkinkan HHS melakukan screening efisien tanpa campur tangan manusia berlebih. Bagi gamer Indonesia, bayangkan Palantir seperti backend analitik di game seperti Genshin Impact yang melacak pola pemain untuk deteksi bot, tapi diterapkan pada dokumen pemerintahan.

  • 1 Palantir Foundry: Platform utama untuk visualisasi dan analisis data, digunakan untuk mapping hubungan antara grants dan isu DEI.
  • 2 Credal AI: Tools untuk audit model AI, memastikan screening tidak bias dan akurat dalam mendeteksi 'gender ideology'.

3 Apa Itu DEI dan Gender Ideology dalam Konteks Ini?

DEI merujuk pada Diversity, Equity, dan Inclusion – inisiatif yang mendorong keragaman ras, gender, dan latar belakang di tempat kerja serta program publik. Sementara 'gender ideology' sering merujuk pada pandangan progresif tentang identitas gender fluida, yang dikritik oleh kalangan konservatif sebagai bertentangan dengan biologi tradisional. Di bawah pemerintahan baru, HHS melihat elemen-elemen ini sebagai prioritas yang harus disaring dari dana hibah.

Untuk pembaca Indonesia yang mungkin kurang familiar, ini mirip perdebatan tentang konten LGBTQ+ di media lokal atau kebijakan inklusivitas di perusahaan tech. Di gaming, konsep serupa muncul dalam desain karakter game seperti di Honkai Star Rail yang inklusif, tapi juga menuai kontroversi dari pemain konservatif.

šŸ’”

Pro Tip!

Gamer Indonesia bisa manfaatkan tools AI serupa seperti Palantir-inspired analytics di platform seperti Google Analytics for Games atau Unity Analytics untuk analisis performa konten creator. Hindari kata kunci sensitif saat submit proposal top-up atau event game agar lolos review otomatis!

4 Implikasi, Kontroversi, dan Kaitan dengan Dunia Gaming

Penggunaan AI ini menuai kritik dari kelompok progresif yang menyebutnya sebagai sensor ideologi, sementara pendukungnya memuji efisiensi dalam mengalokasikan dana prioritas. Secara teknis, ini membuka pintu bagi adopsi AI governance lebih luas, termasuk di sektor swasta.

  • ⭐ Efisiensi: Mengurangi waktu audit manual dari minggu menjadi jam, mirip AI anti-cheat di Free Fire yang scan ribuan akun detik.
  • ⭐ Risiko Bias: AI bisa salah interpretasi konteks, seperti di gaming di mana sistem ban akun karena false positive.
  • ⭐ Insight untuk Gamer: Teknologi Palantir bisa diadaptasi untuk esports analytics, memprediksi tren skin atau event di MLBB.

Kasus HHS ini menandai babak baru di mana AI tidak hanya tools hiburan seperti di game, tapi juga penjaga gerbang kebijakan publik. Bagi Indonesia, yang sedang giat adopsi AI di e-government dan gaming industry, ini jadi pelajaran berharga tentang keseimbangan antara efisiensi dan etika. Dengan perkembangan cepat teknologi, gamer dan developer lokal perlu waspada serta inovatif dalam memanfaatkan AI untuk masa depan yang lebih inklusif dan adil.

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

šŸ“°

Saudi Arabia Bidik Moonton Pembuat Mobile Legends Senilai Rp95 Triliun: Apa Dampaknya untuk Gamer Indonesia?

16 Feb 2026 Baca →
Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

15 Feb 2026 Baca →
Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

14 Feb 2026 Baca →