Pada ajang CES 2026 yang digelar di Las Vegas, salah satu gadget yang paling mencuri perhatian adalah DuRoBo Krono, e-reader dengan desain futuristik dan fitur canggih. Meski baru debut, saya sudah menggunakannya selama 6 minggu penuh untuk menggantikan e-reader harian saya. Bagi gamer Indonesia yang sering membaca guide Mobile Legends, Free Fire, atau light novel seperti Sword Art Online, perangkat ini bisa jadi pilihan menarik untuk pengalaman baca digital yang imersif tanpa gangguan cahaya biru.
CES sendiri adalah Consumer Electronics Show, pameran teknologi terbesar di dunia yang sering jadi ajang debut gadget masa depan. Di Indonesia, CES mungkin kurang familiar dibanding event gaming seperti Indonesia Game Show, tapi banyak inovasi dari sana yang akhirnya masuk pasar lokal melalui top-up diamond atau aksesoris gaming. Mari kita bedah lebih dalam pengalaman saya dengan DuRoBo Krono.
1 Debut Gemilang DuRoBo Krono di CES 2026
DuRoBo Krono pertama kali diperkenalkan di CES 2026 sebagai e-reader paling inovatif tahun itu. Dengan layar E-Ink berukuran 7,8 inci resolusi 300 PPI, perangkat ini menawarkan kontras tajam mirip kertas asli, ideal untuk membaca komik digital atau manga panjang seperti One Piece yang populer di kalangan gamer Indonesia. Fitur unggulannya termasuk dukungan warna 4096 level, yang jarang ditemui di e-reader konvensional seperti Kindle Paperwhite.
Selain itu, Krono dilengkapi prosesor octa-core, RAM 4GB, dan storage 64GB yang bisa diekspansi via microSD hingga 1TB. Baterai 3000mAh diklaim tahan hingga 4 minggu penggunaan normal. Di CES, demo-nya bikin pengunjung takjub karena bisa flip page super cepat dan integrasi AI untuk rekomendasi buku berdasarkan genre favorit, seperti fantasy RPG yang mirip game Genshin Impact.
Perlu Diketahui
CES 2026 diadakan Januari lalu di Las Vegas, menampilkan lebih dari 4000 perusahaan. Bagi pembaca Indonesia, CES sering jadi prediksi tren gadget yang nantinya tersedia di marketplace seperti Tokopedia atau Shopee setelah 6-12 bulan.
2 Pengalaman Uji Coba 6 Minggu: Realitas vs Ekspektasi
Selama 6 minggu, saya gunakan Krono untuk rutinitas baca harian: 2 jam pagi untuk guide Valorant pro player dan malam untuk webtoon Korea. Layar E-Ink warnanya memang brilian untuk ilustrasi game, tapi refresh rate masih lambat saat scroll PDF guide Free Fire Max yang tebal. Suhu warna adjustable membantu kurangi mata lelah, cocok buat sesi grinding lama seperti farming di PUBG Mobile.
Integrasi Android 13 memungkinkan install app seperti Moon+ Reader atau Tachiyomi untuk manga gratis. Namun, software masih beta: kadang crash saat sideload APK komik, dan update OTA lambat. Baterai memang awet, tapi charging via USB-C butuh 3 jam penuh. Untuk gamer Indo yang suka top-up UC PUBG sambil baca lore, fitur frontlight adjustable 25 level jadi penyelamat di kamar gelap.
- โญ Layar Warna Hidup: 4096 warna membuat komik dan artwork game terlihat vibrant, unggul dari Kindle grayscale.
- โญ Performa AI: Rekomendasi buku pintar berdasarkan riwayat, seperti saran light novel mirip game Honkai Star Rail.
- โญ Baterai Awet: Tahan 4 minggu untuk baca ringan, ideal buat traveler gamer yang bawa guide offline.
3 Kelebihan, Kekurangan, dan Perbandingan dengan Kindle
Krono unggul di aspek visual berkat layar Kaleido 3, tapi kalah di software stability dibanding Kindle Oasis. Harga prototipe sekitar $299 (sekitar Rp4,7 juta), lebih murah dari Kindle Scribe. Untuk pasar Indonesia, impor via AliExpress bisa jadi opsi, tapi garansi jadi isu.
- 1 Kekurangan Utama: Software buggy, refresh layar lambat untuk komik bergerak, dan tombol fisik kurang responsif saat main di mode game reader.
- 2 Perbandingan Kindle: Kindle lebih stabil dan ecosystem Amazon kuat, tapi Krono menang di warna dan storage expandable.
- 3 Potensi Masa Depan: Dengan update firmware, bisa saingi reMarkable 2 untuk note-taking guide game.
Pro Tip!
Untuk gamer, install Tachiyomi via APK untuk baca manga offline. Atur brightness ke 40% dan mode dark untuk hemat baterai saat farming guide MLBB semalaman. Hindari sideload berlebih agar software stabil.
4 Relevansi untuk Gamer Indonesia dan Prospek ke Depan
Di Indonesia, di mana top-up game seperti diamond FF mendominasi, e-reader seperti Krono bisa lengkapi setup gamer. Bayangkan baca lore DOTA 2 atau webtoon Mobile Legends tanpa silau HP. Potensi impor tinggi via situs lokal, tapi tunggu versi final 2026 akhir.
Secara keseluruhan, DuRoBo Krono punya fondasi kuat tapi butuh software matang sebelum prime time. Ini seperti game beta yang seru tapi penuh bugโpotensial jadi MVP jika di-patch benar.
Singkatnya, DuRoBo Krono adalah e-reader paling menjanjikan dari CES 2026, terutama buat gamer yang haus konten baca panjang. Dengan perbaikan software dan ketersediaan di Indonesia, ia bisa revolusi cara kita nikmati guide, manga, dan novel game. Pantau update-nya, karena ini belum akhir cerita!