Pernahkah Anda terpana menyaksikan Ilia Malinin meluncur di atas es dengan lompatan luar biasa? Skater asal Amerika Serikat yang dijuluki "Quad God" ini berhasil melakukan quadruple axel, lompatan paling sulit di dunia figure skating. Bukan sihir, melainkan ilmu fisika yang menjelaskan bagaimana ia bisa berputar lebih dari empat kali penuh di udara. Untuk pembaca Indonesia yang mungkin lebih familiar dengan game skating seperti Tony Hawk atau simulasi olahraga, pemahaman ini bisa diterapkan untuk menganalisis physics engine di game favorit Anda.
Quadruple axel bukan hanya prestasi atletik, tapi juga ujian sempurna atas hukum Newton dan mekanika rotasi. Sampai 2022, tak seorang pun yang berhasil melakukannya secara resmi. Ilia Malinin mengubah sejarah itu, dan kini ia menjadi sorotan menjelang Olimpiade Musim Dingin 2026. Mari kita bedah lebih dalam agar Anda bisa mengagumi keajaiban ini sekaligus memahami aplikasinya dalam dunia gaming.
1 Apa Itu Quadruple Axel dan Mengapa Disebut Paling Sulit?
Quadruple axel adalah lompatan axel dengan empat setengah putaran di udara. Berbeda dari lompatan lain seperti lutz atau salchow yang take-off dari belakang, axel dimulai dari depan, sehingga membutuhkan setengah putaran ekstra. Single axel saja sudah 1,5 putaran, double 2,5, triple 3,5, dan quadruple mencapai 4,5 putaran penuh—bayangkan kecepatan rotasi yang dibutuhkan!
Di figure skating, kesulitan diukur dari kombinasi faktor: jumlah rotasi, tinggi lompatan, dan stabilitas pendaratan. Quadruple axel menduduki puncak karena memerlukan kecepatan masuk hingga 1000 derajat per detik, sementara waktu di udara hanya sekitar 0,6-0,7 detik. Untuk gamer Indonesia, ini mirip tantangan combo trick di game Skate 3 atau Session, di mana timing dan momentum jadi kunci sukses.
Perlu Diketahui
Quad axel pertama kali dicoba pada 2022 oleh Ilia Malinin di kompetisi US Figure Skating Championships. Skor teknisnya mencapai 15,4 poin, tertinggi untuk lompatan solo saat itu.
2 Ilia Malinin: Si Quad God yang Mengubah Sejarah Figure Skating
Ilia Malinin, lahir di Kazakhstan tapi mewakili AS, menjadi orang pertama yang mendaratkan quadruple axel bersih pada 2022. Julukan "Quad God" melekat karena ia juga pionir dalam melakukan enam lompatan quad berbeda dalam satu program bebas. Prestasinya di Skate America 2022 membuatnya viral, dan kini ia difavoritkan di Olimpiade 2026.
Di Indonesia, figure skating mungkin kurang populer karena minim fasilitas es, tapi Malinin menginspirasi generasi muda. Atlet kita seperti di Asian Games bisa belajar dari disiplinnya—latihan ribuan jam untuk menguasai rotasi sempurna. Bagi gamer, ini seperti grinding achievement di FIFA atau NHL seri untuk unlock trick ultimate.
- 1 Pencapaian Utama Malinin: Quad axel pertama (2022), empat quad dalam program pendek, juara dunia junior 2022.
- 2 Persiapan Olimpiade 2026: Ia sedang mempersiapkan kombinasi quad axel + triple toe loop untuk program bebas.
- 3 Inspirasi Global: Video quad axel-nya ditonton jutaan kali di YouTube, termasuk komunitas gaming yang analisis physics-nya.
3 Fisika yang Membuat Quadruple Axel Mungkin: Dari Momentum Sudut hingga Inersia
Inti keberhasilan ada pada hukum kekekalan momentum sudut. Saat Malinin melompat, ia menarik tangan dan kaki ke dada untuk mengurangi momen inersia (I), sehingga kecepatan rotasi (ω) meningkat sesuai rumus L = Iω (momentum sudut tetap). Ia butuh kecepatan masuk 20-25 km/jam dan lompatan setinggi 70 cm.
Gaya sentrifugal menjaga kestabilan, sementara gravitasi membatasi waktu udara. Pendaratan memerlukan kontrol aerodinamika agar menghadap ke depan. Di game seperti Steep atau skating sim, physics engine seperti ini mensimulasikan agar trick terasa realistis—coba adjust setting gravity untuk rasakan bedanya!
Pro Tip!
Untuk gamer: Di game physics-based seperti Skate atau Tony Hawk, pahami momen inersia dengan menekan tombol tuck lebih awal untuk spin lebih cepat. Ini bantu capai high score combo seperti quad flip!
- ⭐ Konservasi Momentum Sudut: Tarik anggota tubuh untuk percepat rotasi—sama seperti ice skater klasik demo di video edukasi.
- ⭐ Tinggi dan Waktu Lompatan: Minimal 0,65 detik udara untuk 4,5 putaran, hitung dengan rumus kinematika vertikal.
- ⭐ Risiko Cedera: Rotasi ekstrem bisa picu patah tulang atau gegar otak—Malinin latih dengan harness untuk safety.
4 Dampak Quadruple Axel terhadap Masa Depan Figure Skating dan Gaming
Prestasi Malinin mendorong atlit lain mencoba, meski baru ia dan dua orang lagi yang sukses hingga kini. Di Olimpiade 2026, ini bisa jadi standar baru, mirip evolusi dunk di basket NBA. Bagi Indonesia, ini peluang ikut tren via game NHL 24 atau virtual skating di VR.
Insight tambahan: Fisika ini diterapkan di game engine Unreal atau Unity untuk simulasi realistis. Gamer pro bisa gunakan pemahaman ini untuk modding atau streaming analisis trick.
Quadruple axel bukan hanya lompatan, tapi bukti harmoni antara tubuh manusia dan hukum alam semesta. Ilia Malinin membuktikan batas bisa dilampaui dengan sains dan dedikasi. Baik di es sungguhan maupun dunia virtual game, prinsip fisika ini tetap abadi—inspirasi bagi kita semua untuk push limit di hobi apa pun. Saksikan terus evolusinya dan terapkan ilmunya di sesi gaming berikutnya!