Bayangkan sedang menganggur dan merasa hampa, lalu memutuskan belajar bahasa Mandarin sambil coding proyek sederhana. Itulah yang saya alami baru-baru ini! Saya mendaftar di lembaga kursus bahasa Mandarin dan mulai mengembangkan command line tool (CLI) terjemahan menggunakan Swift. Proyek ini awalnya untuk bantu belajar bahasa Cina, tapi ternyata super berguna bagi gamer Indonesia yang sering main game dari developer China seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail, di mana chat atau lore sering pakai Mandarin asli.
Bagi pembaca di Indonesia, konteks ini relevan banget. Banyak game populer seperti Zenless Zone Zero atau Wuthering Waves berasal dari China, dan server CN punya konten eksklusif yang butuh terjemahan akurat. Tool CLI Swift ini bisa jadi solusi cepat tanpa bergantung app mobile yang ribet, plus hemat kuota. Tapi, perjalanan ini penuh frustrasi saat berhadapan dengan API translation – dokumentasi ambigu, autentikasi rumit, dan error tak terduga. Mari kita bahas lebih dalam!
1 Latar Belakang: Dari Pengangguran ke Proyek Swift CLI
Semuanya bermula dari upaya mengisi kekosongan waktu akibat pengangguran. Saya bergabung dengan lembaga kursus bahasa Mandarin lengkap dengan kelas rutin. Di Indonesia, minat belajar Mandarin lagi naik daun berkat booming game dan KOL China di TikTok. Tapi, tidak semua app belajar bahasa punya fitur terjemahan instan yang nyaman, apalagi saat multitasking seperti main game sambil catat vocab.
Maka, saya pilih Swift untuk buat CLI tool sederhana. Kenapa Swift? Karena sintaksnya bersih, performa tinggi, dan cocok untuk tool command line via Swift Package Manager (SPM). Bagi gamer Indonesia yang suka coding mod atau bot untuk game seperti Free Fire CN atau PUBG Mobile CN, Swift bisa jadi pilihan alternatif ringan tanpa instal Xcode full di Windows via Swift toolchain.
Perlu Diketahui
Swift gratis dan cross-platform sejak Swift 5.3. Instal via swift.org untuk Windows/Linux, ideal buat developer indie di Indonesia yang budget terbatas. Hindari Xcode jika hanya butuh CLI!
2 Frustrasi Utama: Berjuang dengan API Translation
Inti masalahnya ada di figuring out APIs. Saya coba beberapa seperti Google Translate API (butuh billing), DeepL API (limit gratis ketat), dan akhirnya settle di Apple Translate framework atau open-source seperti LibreTranslate. Dokumentasi sering ambigu: endpoint mana yang tepat? Header autentikasi gimana? Rate limit berapa?
Contoh frustrasi: Saat pakai HTTP request di Swift dengan URLSession, response JSON malah nested object tak terduga. Error 401 Auth gagal karena API key salah format. Bagi gamer, ini mirip stuck di bug quest game – trial-error berjam-jam! Di Indonesia, koneksi internet kadang unstable, bikin debugging API makin menyebalkan.
- 1 Dokumentasi Buruk: Baca README GitHub dulu, bukan langsung official docs. Cari contoh Swift spesifik di Stack Overflow atau forum Reddit r/swift.
- 2 Autentikasi: Pakai Bearer token atau API key di header. Test pakai curl di terminal sebelum code Swift – hemat waktu!
- 3 Rate Limiting: Tambah delay 1-2 detik antar request. Gunakan semaphore di Swift untuk concurrency aman.
Pro Tip!
Untuk gamer, integrasikan tool ini dengan screenshot OCR via Tesseract. Translate chat Discord dari game China langsung dari clipboard – super praktis saat raid boss di Honkai Impact 3rd!
3 Langkah Praktis: Bangun Tool CLI dari Nol
Mulai dengan buat package baru: swift package init --type executable. Tambah dependency ArgumentParser untuk handle input CLI seperti translate "halo" -from en -to zh.
Core logic: Parse argumen, buat URLSession task ke API endpoint, decode JSON response pakai Codable. Handle error dengan do-try-catch. Test lokal dulu sebelum deploy. Hasil akhir: Tool ringan <1MB, jalan di Mac/Linux/Windows.
- ⭐ Input Fleksibel: Dukung stdin untuk batch translate vocab list dari Duolingo atau HelloChinese app populer di Indonesia.
- ⭐ Output Kaya: Tampilkan pinyin + karakter + arti, mirip app Pleco. Berguna buat hafal istilah game seperti "gōng lǜ" (damage) di Genshin.
- ⭐ Custom API: Switch ke Baidu Translate gratis untuk Mandarin akurat, lebih bagus daripada Google untuk idiom game.
4 Insight Tambahan: Manfaat untuk Gamer dan Developer Pemula
Proyek ini tak hanya isi waktu, tapi skill up Swift dan API handling. Bagi gamer Indonesia, tool ini bantu akses konten CN server tanpa VPN ribet – translate patch notes atau forum Bilibili. Di Indo, komunitas seperti IndoGenshin sering butuh ini untuk event eksklusif.
Tips lanjutan: Deploy ke GitHub, buat Homebrew formula untuk instal mudah. Extend ke GUI pakai SwiftUI jika mau app Mac. Hindari over-engineering; fokus MVP dulu.
Singkatnya, frustrasi API adalah bagian dari journey developer, tapi hasilnya rewarding. Dari pengangguran ke punya tool pribadi yang bantu belajar Mandarin dan gaming, proyek Swift CLI ini jadi pengingat: coding adalah terapi terbaik. Coba sendiri, dan rasakan bedanya saat paham lore game China tanpa subtitle jelek!