Di dunia gaming PC yang sangat kompetitif, Steam Awards selalu menjadi sorotan utama untuk melihat game mana yang berhasil memikat hati jutaan pemain di platform Valve. Tahun 2025 ini, sebuah nama besar yang kehadirannya sudah dinanti-nanti sejak lama akhirnya berhasil menyabet penghargaan paling bergengsi: Game of the Year. Ya, tak lain dan tak bukan, Hollow Knight: Silksong berhasil membawa pulang trofi utama, sebuah pencapaian yang, meskipun mengejutkan bagi sebagian orang, terasa sangat pantas bagi para penggemar setia franchise ini. Kemenangan ini menandai babak baru bagi Team Cherry dan komunitas Metroidvania.
Namun, Steam Awards 2025 tidak hanya milik Hornet dan Hallownest. Beberapa judul besar lainnya juga berhasil mengukir prestasi di berbagai kategori. Mari kita bedah lebih dalam mengenai perhelatan akbar ini, mengapa Silksong layak menang, dan kejutan apa saja yang terjadi di antara para pemenang lainnya.
1 Mengapa Silksong Mendominasi Pilihan Juri Steam?
Kemenangan Hollow Knight: Silksong sebagai Game of the Year (GOTY) di Steam Awards 2025 menegaskan statusnya bukan hanya sebagai sekuel, melainkan sebagai fenomena budaya gaming. Meskipun pengembangannya memakan waktu yang sangat lama—sebuah perjalanan yang penuh penantian bagi para gamer Indonesia dan global—kualitas yang ditawarkan oleh Team Cherry terbukti tak tertandingi. Penghargaan GOTY di Steam seringkali mencerminkan kombinasi antara kualitas gameplay, inovasi, dan tentu saja, dukungan komunitas yang masif.
Bagi mereka yang mungkin baru mengenal franchise ini, Hollow Knight (game pertama) terkenal dengan desain dunia 2D yang indah namun brutal, sistem pertarungan yang presisi, dan narasi yang kaya namun tersembunyi. Silksong, yang berfokus pada karakter Hornet, menjanjikan kecepatan dan kelincahan yang lebih tinggi, serta wilayah permainan yang sepenuhnya baru untuk dijelajahi. Kombinasi ini, ditambah dengan janji konten yang substansial, membuat antusiasme publik tetap membara selama masa penantian.
Perlu Diketahui
Steam Awards ditentukan melalui voting komunitas (pemain Steam) di akhir tahun, bukan oleh panel juri profesional. Ini membuat hasil GOTY sangat merefleksikan sentimen pasar dan kepuasan pemain secara langsung.
2 Daftar Lengkap Pemenang Bergengsi Lainnya
Meskipun Silksong mengambil sorotan utama, ada beberapa peraih penghargaan lain yang patut diacungi jempol. Steam Awards dikenal karena memiliki kategori yang unik dan terkadang jenaka, memberikan penghargaan yang tidak hanya berdasarkan kualitas, tetapi juga pengalaman bermain yang spesifik.
Beberapa pemenang utama lainnya menunjukkan betapa beragamnya lanskap game PC tahun 2025. Hades II, sekuel dari roguelike yang sangat dipuji, jelas menunjukkan bahwa genre tersebut masih sangat populer. Sementara itu, Baldur's Gate 3, yang juga mendominasi penghargaan di tahun sebelumnya, kembali menunjukkan dominasinya dalam kategori yang membutuhkan kedalaman RPG sejati.
Berikut adalah beberapa pemenang penting lainnya yang patut Anda perhatikan:
- 1 Hades II: Meskipun tidak meraih GOTY, game ini membuktikan bahwa formula roguelike dengan narasi kuat masih sangat digemari. Kehadirannya di daftar pemenang menegaskan kualitas produksi Supergiant Games yang konsisten.
- 2 Baldur's Gate 3: Game RPG raksasa ini kembali memenangkan penghargaan yang menggarisbawahi kedalaman sistem dan pilihan pemain. Ini adalah bukti bahwa game AAA dengan fokus pada cerita dan kebebasan pemain masih sangat dihargai.
- 3 Silent Hill f: Kehadiran judul baru dari franchise horor legendaris ini dalam daftar pemenang menunjukkan antusiasme besar terhadap kembalinya IP klasik yang diolah dengan visual modern dan atmosfer yang mencekam.
- 4 The Midnight Walk: Meskipun detail kategorinya mungkin bervariasi, keberhasilan game indie atau AA seperti ini menunjukkan bahwa Steam Awards juga memberi ruang bagi inovasi dari studio yang lebih kecil.
3 Kategori Unik: 'Best Game You Suck At' dan Maknanya
Salah satu kategori yang selalu menarik perhatian adalah 'Best Game You Suck At' (Game Terbaik yang Membuatmu Payah). Kategori ini adalah ciri khas Steam Awards yang merayakan game yang menawarkan kurva belajar yang curam, tingkat kesulitan ekstrem, atau mekanik yang membutuhkan dedikasi tinggi untuk dikuasai.
Fakta bahwa Hollow Knight: Silksong juga memenangkan kategori ini memberikan dimensi menarik pada kemenangannya. Ini menyiratkan bahwa meskipun game tersebut indah dan dinantikan, ia juga membawa tantangan yang signifikan dalam pertarungannya. Bagi komunitas Metroidvania, kesulitan adalah bagian dari daya tarik; ini adalah ujian keterampilan yang harus dilewati. Kemenangan ganda ini mengukuhkan reputasi Silksong sebagai game yang menantang secara mekanik, tetapi sangat memuaskan saat akhirnya Anda berhasil menaklukkan bos atau area sulit.
Pro Tip!
Jika Anda seorang gamer yang menyukai tantangan platforming dan boss fight yang membutuhkan refleks tinggi, kemenangan ganda Silksong di GOTY dan 'Best Game You Suck At' adalah sinyal kuat bahwa game ini wajib masuk wishlist Anda. Jangan takut dengan kesulitannya; kepuasan mengalahkan tantangan di game seperti ini adalah yang utama!
Kategori 'Best Game You Suck At' menunjukkan bahwa Valve ingin merayakan aspek permainan yang mungkin dianggap 'negatif' oleh beberapa orang, namun sangat disukai oleh komunitas inti genre tertentu. Ini adalah pengakuan terhadap desain yang berani, yang tidak takut untuk membuat pemain berusaha keras demi kemajuan.
4 Implikasi Kemenangan untuk Industri Game
Kemenangan Hollow Knight: Silksong di Steam Awards 2025 memiliki implikasi besar, terutama bagi pengembang game indie. Ini membuktikan bahwa game dengan anggaran yang relatif lebih kecil, asalkan memiliki visi artistik yang kuat, mekanik yang solid, dan komunitas yang loyal, mampu menyaingi dan bahkan mengalahkan judul-judul AAA yang memiliki sumber daya produksi jauh lebih besar.
Di Indonesia, di mana komunitas PC gaming sangat aktif dan menghargai kualitas gameplay di atas segalanya, kemenangan ini terasa sangat relevan. Game-game yang menuntut presisi dan kesabaran seperti Metroidvania atau Souls-like selalu memiliki tempat khusus. Kemenangan ini menjadi dorongan moral bagi developer indie lokal untuk terus berinovasi dalam desain mereka, tanpa harus terpaku pada formula game blockbuster.
Secara keseluruhan, Steam Awards 2025 adalah perayaan atas keragaman dan kualitas dalam industri game PC. Dari epik RPG seperti Baldur's Gate 3 hingga petualangan Metroidvania yang menantang seperti Silksong, tahun ini membuktikan bahwa hanya game dengan substansi mendalam yang mampu memenangkan hati para 'gamer sejati' di platform Steam.