Home Blog Gaming Kebangkitan dan Kejatuhan Blue...
Kebangkitan dan Kejatuhan Blued: Kisah Aplikasi Kencan Gay Terbesar Dunia di Balik Sensor China
Gaming

Kebangkitan dan Kejatuhan Blued: Kisah Aplikasi Kencan Gay Terbesar Dunia di Balik Sensor China

A

Administrator

Author

07 Feb 2026
1 views
0 komentar
Share:

Di era digital saat ini, aplikasi kencan telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan banyak orang, termasuk komunitas LGBTQ+. Namun, bayangkan jika sebuah app seperti itu tidak hanya sukses secara komersial, tapi juga bermitra resmi dengan pemerintah yang terkenal ketat seperti China. Inilah kisah Blued, aplikasi kencan gay terbesar di dunia yang lahir di Negeri Tirai Bambu. Buku terbaru berjudul The Wall Dancers mengupas hubungan rumit antara pengguna internet China dengan pemerintah yang selalu memantau. Kisah pendirinya, Ma Baoli, menawarkan pelajaran berharga tentang inovasi, sensor, dan privasi—relevan bagi kita di Indonesia yang juga akrab dengan dinamika app sosial.

1 Awal Mula Blued: Dari Polisi ke Pengusaha Visioner

Blued didirikan pada tahun 2012 oleh Ma Baoli, mantan perwira polisi China yang mengalami perubahan hidup drastis setelah keluar sebagai gay. Awalnya, Ma membuat grup chat sederhana di WeChat untuk komunitas LGBTQ+ di China, yang saat itu menghadapi stigma sosial dan regulasi ketat. Grup tersebut meledak popularitasnya, mendorong Ma untuk mengembangkan Blued sebagai aplikasi khusus dengan fitur live streaming, chat, dan pencocokan pasangan—mirip dengan Tinder atau Grindr versi China tapi lebih fokus pada komunitas lokal.

Bagi pembaca Indonesia yang mungkin belum familiar, China memiliki 'Great Firewall' yang menyensor konten LGBTQ+ secara sporadis. Blued berhasil bertahan dengan strategi cerdas: Ma tidak menentang regulasi, melainkan memanfaatkannya. Pada 2012, Blued meraih kemitraan resmi dengan Beijing Center for Disease Control (CDC), lembaga kesehatan pemerintah. Ini memungkinkan app menyebarkan informasi pencegahan HIV/AIDS, menjadikannya alat publik yang 'diterima' negara.

ā„¹ļø

Perlu Diketahui

Blued kini punya lebih dari 60 juta pengguna global, termasuk ekspansi ke Inggris, AS, dan Kanada. Di Indonesia, app serupa seperti Grindr populer, tapi waspadai regulasi Kominfo soal konten dewasa.

2 Puncak Kesuksesan: Koneksi Tak Terduga dengan Pemimpin Tinggi

Puncak kebangkitan Blued terjadi saat Ma Baoli diundang ke konferensi CDC Beijing tahun 2012. Di sana, ia bertemu langsung dengan Li Keqiang—saat itu Wakil Perdana Menteri China—dan berani menyampaikan pandangannya soal isu kesehatan masyarakat terkait komunitas gay. Pertemuan ini bukan hanya simbolis; Blued menjadi platform resmi untuk kampanye anti-HIV pemerintah, dengan jutaan pengguna menerima edukasi langsung via app.

Hingga 2021, Blued (di bawah BlueCity Holdings) IPO di NASDAQ dengan valuasi miliaran dolar, menjadikannya app kencan gay terbesar dunia. Fitur seperti live streaming menghasilkan revenue besar dari virtual gifts, mirip monetisasi di platform gaming seperti TikTok LIVE atau game battle royale di Indonesia. Pengguna China bisa berinteraksi aman berkat enkripsi data yang kuat, meski di bawah pengawasan negara.

  • ⭐ Live Streaming Inovatif: Fitur ini mirip Twitch atau YouTube Gaming, di mana host dapatkan hadiah virtual dari penonton—sumber utama pendapatan Blued.
  • ⭐ Kemitraan Kesehatan: Kolaborasi dengan CDC bantu Blued hindari blokir, sekaligus beri dampak sosial positif seperti deteksi dini HIV.
  • ⭐ Ekspansi Global: Blued adaptasi budaya lokal di luar China, seperti versi bahasa Inggris dengan fitur geolokasi aman.

3 Kejatuhan Dramatis: Tekanan Regulasi dan Tantangan Pasar

Meski sukses, Blued tak luput dari badai. Setelah IPO 2021, saham BlueCity anjlok lebih dari 90% akibat regulasi China yang semakin ketat terhadap konten LGBTQ+ dan tech swasta. Pemerintah Beijing perketat sensor 'Great Firewall', memaksa Blued hapus fitur sensitif dan tingkatkan monitoring pengguna. Buku The Wall Dancers menggambarkan ketegangan ini: pengguna nikmati kebebasan semu sementara pemerintah pantau setiap gerak.

Di 2023, Blued hadapi tuntutan delisting dari NASDAQ karena laporan keuangan bermasalah, ditambah kompetisi dari Grindr dan Tinder. Ma Baoli mundur sebagai CEO, meninggalkan warisan pahit-manis. Bagi gamer Indonesia yang sering pakai app sosial multiplayer seperti Discord atau Mobile Legends chat, ini peringatan soal data pribadi: di China, app wajib simpan data 6 bulan untuk inspeksi pemerintah.

šŸ’”

Pro Tip!

Untuk privasi di app kencan atau gaming online, gunakan VPN terpercaya (seperti ExpressVPN), aktifkan 2FA, dan hindari bagikan lokasi real-time. Di Indonesia, cek Kebijakan Privasi app sebelum download—hindari risiko data bocor seperti kasus Facebook Cambridge Analytica.

4 Pelajaran untuk Pengguna Indonesia: Privasi di Era Digital

Kisah Blued relevan bagi kita di Indonesia, di mana app kencan seperti Tinder dan Bumble tumbuh pesat di tengah regulasi Kominfo. Komunitas LGBTQ+ di sini juga hadapi tantangan serupa, meski lebih terbuka dibanding China. Insight utama: sukses app tak lepas dari adaptasi regulasi, tapi privasi pengguna sering jadi korban.

  • 1 Hindari Over-Sharing: Jangan unggah foto wajah jelas atau info pribadi di app publik—gunakan fitur anonimitas seperti di Blued versi awal.
  • 2 Pilih App Berlisensi: Di Indonesia, prioritaskan app terdaftar di Play Store/App Store dengan rating tinggi dan update reguler.
  • 3 Monitor Update Regulasi: Ikuti berita Kominfo soal blokir app, seperti kasus TikTok Shop dulu.

Kebangkitan dan kejatuhan Blued mengajarkan bahwa di balik inovasi digital ada dinamika kekuasaan yang rumit. Bagi pengguna Indonesia—terutama gamer yang bergantung pada komunitas online—kisah ini jadi pengingat untuk bijak berinternet. Pertahankan privasi, dukung platform etis, dan ingat: tembok api tak hanya di China, tapi bisa muncul di mana saja jika kita lengah. Dengan pemahaman ini, kita bisa nikmati teknologi tanpa mengorbankan keamanan pribadi.

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Rencana Xbox 2026: Rayakan 25 Tahun dengan Game Ikonik, Hardware Baru, dan Fokus Platform Eksklusif

Rencana Xbox 2026: Rayakan 25 Tahun dengan Game Ikonik, Hardware Baru, dan Fokus Platform Eksklusif

07 Feb 2026 Baca →
Steam Machine Valve Resmi Ditunda: Krisis RAM Global Pengaruhi Jadwal Pengiriman dan Harga

Steam Machine Valve Resmi Ditunda: Krisis RAM Global Pengaruhi Jadwal Pengiriman dan Harga

06 Feb 2026 Baca →
šŸ“°

Iklan PokƩmon 30th Anniversary di Super Bowl: Mengapa Bikin Gamer Ikut Bersemangat

06 Feb 2026 Baca →