Para pengguna setia ChatGPT pasti sudah akrab dengan respons AI yang cenderung standar dan netral. Namun, bayangkan jika Anda bisa meminta ChatGPT untuk lebih bersemangat saat memberikan tips game, atau sebaliknya, menjadi sangat formal saat menyusun email profesional? Kabar gembira datang dari OpenAI! Mereka baru saja meluncurkan fitur yang memungkinkan kita mengatur 'sifat' atau kepribadian asisten virtual kita. Ini bukan sekadar perubahan kecil, lho, ini adalah langkah besar menuju interaksi AI yang lebih personal dan sesuai kebutuhan spesifik pengguna.
1 Kontrol Penuh Atas 'Mood' Respons ChatGPT
Pembaruan yang mulai digulirkan pada hari Jumat ini memberikan opsi yang sangat dinantikan: kemampuan untuk memilih seberapa 'hangat' dan 'antusias' respons yang Anda inginkan dari ChatGPT. OpenAI kini menyediakan tiga tingkatan utama yang bisa Anda pilih: 'Lebih' (More), 'Kurang' (Less), atau tetap pada pengaturan 'Default' yang sudah ada. Ini adalah perubahan signifikan karena selama ini, kita hanya bisa mengandalkan *prompt engineering* yang panjang untuk sedikit mengubah nada bicara AI.
Bagi pengguna di Indonesia, di mana komunikasi sering kali mengutamakan kesopanan dan kehangatan (atau sebaliknya, sangat to-the-point saat urusan bisnis), fitur ini sangat relevan. Anda tidak perlu lagi menulis instruksi berulang kali seperti, "Jawab dengan nada sangat antusias dan gunakan emotikon," jika Anda memang menginginkan gaya bicara tersebut secara konsisten. Sebaliknya, jika Anda sedang menganalisis data sensitif, Anda bisa mengatur agar AI lebih dingin dan objektif.
Perlu Diketahui
Fitur penyesuaian kepribadian ini kemungkinan besar akan diluncurkan secara bertahap (*staged rollout*). Jika Anda belum melihat opsi ini di akun Anda, bersabarlah sedikit karena OpenAI biasanya merilis fitur baru secara bertahap untuk memastikan stabilitas sistem.
2 Meningkatkan Efisiensi Penulisan Email dan Komunikasi Formal
Selain penyesuaian kepribadian umum, OpenAI juga secara spesifik menyoroti kemudahan baru dalam mengedit email menggunakan ChatGPT. Dalam skenario profesional, terutama bagi yang sering berinteraksi dengan klien atau rekan kerja internasional, pemilihan diksi dan nada bicara dalam email sangat krusial. Fitur baru ini bertujuan untuk memangkas waktu yang biasanya dihabiskan untuk merevisi draf email.
Bayangkan Anda menulis draf email yang terkesan terlalu agresif. Dengan pengaturan yang tepat—mungkin memilih opsi 'Less' untuk antusiasme dan sedikit menurunkan 'kehangatan' (jika opsi tersebut terpisah dari antusiasme)—ChatGPT dapat membantu merumuskan ulang kalimat agar terdengar lebih diplomatis tanpa menghilangkan poin utama yang ingin Anda sampaikan. Ini sangat berguna bagi para *content creator* atau *marketer* yang harus menjaga citra merek tetap profesional.
Contoh Penerapan Praktis dalam Komunikasi
- ⭐ Email Permintaan Maaf (Apology Email): Jika Anda memilih tingkat kehangatan 'Less', ChatGPT akan menyusun permintaan maaf yang lugas, fokus pada solusi, dan menghindari bahasa yang terlalu emosional, menjadikannya lebih kredibel di mata penerima.
- ⭐ Draft Konten Media Sosial: Untuk *caption* Instagram atau TikTok yang memerlukan energi tinggi, memilih 'More' enthusiasm akan memastikan AI menyuntikkan kata-kata yang lebih bombastis dan menarik perhatian audiens muda.
- ⭐ Ringkasan Rapat Formal: Menggunakan pengaturan default atau 'Less' akan menghasilkan notulen rapat yang ringkas, fokus pada poin aksi (*action items*), dan menghilangkan basa-basi yang tidak perlu.
Pro Tip!
Jangan hanya mengandalkan pengaturan kepribadian global. Untuk hasil terbaik, kombinasikan pengaturan ini dengan instruksi spesifik dalam *prompt* Anda. Misalnya: Atur kepribadian ke 'More Enthusiasm', lalu tambahkan: 'Jelaskan langkah-langkah *patching* game terbaru seolah Anda adalah rekan *mabar* yang sangat bersemangat!'
3 Implikasi Lebih Luas: Menuju AI yang Benar-Benar Adaptif
Apa yang dilakukan OpenAI dengan pembaruan ini adalah mengakui bahwa AI generatif tidak hanya alat untuk menghasilkan teks, tetapi juga mitra komunikasi. Semakin AI bisa meniru atau menyesuaikan diri dengan nuansa komunikasi manusia, semakin besar adopsi penggunaannya di berbagai sektor. Kemampuan untuk mengontrol nuansa emosional—kehangatan dan antusiasme—adalah langkah awal menuju personalisasi yang lebih dalam.
Di masa depan, kita mungkin akan melihat parameter yang lebih granular. Bayangkan bisa mengatur *'tingkat percaya diri'*, *'tingkat formalitas'*, atau bahkan *'gaya humor'* secara terpisah. Untuk komunitas gamer di Indonesia, ini berarti ChatGPT bisa menjadi *coach* yang sangat suportif (hangat dan antusias) saat membahas strategi, atau menjadi *analis meta* yang sangat dingin dan berbasis data saat membedah statistik hero baru.
- 1 Pengaturan 'Lebih' (More): Cocok untuk *brainstorming* ide kreatif, motivasi diri, atau membuat konten yang membutuhkan energi tinggi seperti *script* video pendek.
- 2 Pengaturan 'Kurang' (Less): Ideal untuk tugas-tugas yang menuntut objektivitas tinggi, seperti meringkas dokumen hukum, menganalisis kode pemrograman, atau menyusun laporan keuangan.
- 3 Pengaturan 'Default': Tetap menjadi pilihan aman bagi sebagian besar pengguna yang menginginkan keseimbangan antara informatif dan ramah tanpa perlu penyesuaian manual.
Secara keseluruhan, pembaruan ini menegaskan bahwa OpenAI serius dalam menjadikan ChatGPT alat yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan konteks pengguna. Kemampuan untuk mengatur seberapa 'ramah' AI berbicara bukan hanya soal estetika, tetapi peningkatan fungsionalitas yang memungkinkan interaksi yang lebih efisien dan sesuai dengan tujuan komunikasi kita sehari-hari, baik itu di ranah profesional maupun personal.