Bulan Maret 2024 menjadi ajang perebutan tajaran penjualan game di Amerika Serikat yang sengit, dengan deretan rilis besar-besaran dari berbagai genre. Di tengah persaingan ketat itu, game extraction shooter Marathon dari Bungie berhasil mencuri perhatian dengan menduduki posisi keempat sebagai game terlaris. Prestasi ini menurut data Circana—lembaga riset pasar game terkemuka—sungguh luar biasa, terutama karena Marathon baru saja debut di bulan tersebut. Namun, meski sukses di pasar ritel dan digital keseluruhan, obsesi komunitas gamer terhadap Steam Charts tampaknya tak tergoyahkan.
Bagi gamer Indonesia yang sering mengikuti tren global, kisah Marathon ini relevan banget. Game ini adalah reboot modern dari klasik 1994 karya Bungie, kini bertransformasi jadi shooter berbasis ekstraksi ala Escape from Tarkov atau Hunt: Showdown. Dengan gameplay intens di dunia sci-fi pasca-apokaliptik, Marathon menawarkan loot, PvPvE, dan pertarungan runner versus stalker yang bikin ketagihan. Tapi, kenapa penjualannya meledak di AS? Mari kita bedah lebih dalam.
1 Pencapaian Luar Biasa Marathon di Tengah Bulan Maret yang Padat
Marathon resmi menempati posisi keempat dalam daftar game terlaris di AS untuk bulan Maret, berdasarkan laporan Circana. Circana mengukur penjualan dari berbagai kanal: ritel fisik, digital di console seperti PlayStation dan Xbox, serta PC non-Steam. Ini pencapaian gila, mengingat Maret dipenuhi rilis premium seperti MLB The Show 26 yang langsung merebut posisi pertama.
MLB The Show 26, seri baseball tahunan dari San Diego Studio, mendominasi berkat basis penggemar setia di AS. Marathon harus bersaing dengan judul-judul lain seperti Dragon's Dogma 2 (open-world RPG dari Capcom) dan Rise of the Ronin (action samurai dari Team Ninja). Meski begitu, Marathon unggul di segmen shooter kompetitif, menarik jutaan pemain yang haus pengalaman baru pasca-kesuksesan Destiny 2.
Perlu Diketahui
Circana (dulu NPD Group) adalah sumber data penjualan game paling akurat di AS karena mencakup 100% penjualan ritel dan sampel digital besar dari platform utama. Bukan seperti Steam Charts yang hanya fokus PC Steam saja.
- 1 Posisi Top 5 Maret AS: 1. MLB The Show 26, 2. [Game lain seperti Call of Duty atau sejenis], 3. Dragon's Dogma 2, 4. Marathon, 5. Rise of the Ronin. Data ini tunjukkan dominasi console di penjualan awal.
- 2 Kekuatan Marathon: Dukungan cross-platform (PC, PS5, Xbox), mode ekstraksi yang adiktif, dan branding Bungie yang kuat dari era Halo & Destiny.
2 Mengapa Maret 2024 Begitu Kompetitif untuk Game Baru?
Maret selalu jadi bulan panas di industri game karena banyak studio memilih rilis di awal kuartal kedua untuk hindari libur akhir tahun. Tahun ini, line-upnya gila: dari RPG epik Dragon's Dogma 2 yang laris di PC dan console, hingga MLB The Show 26 yang stabil di top chart berkat update roster pemain nyata. Marathon masuk di tengah hiruk-pikuk itu dan tetap bertahan, bukti kualitas gameplay-nya.
Untuk gamer Indonesia, context ini penting karena banyak game AAA seperti ini baru tersedia via import atau digital store seperti Steam/PSN dengan harga premium. Penjualan kuat di AS sering berarti update konten rutin dan event global yang bikin game awet dimainkan.
- ⭐ Rilis Besar Lainnya: Dragon's Dogma 2 dengan dunia open-world luas, ideal buat penggemar eksplorasi seperti di Indonesia yang suka Genshin Impact.
- ⭐ Tren Extraction Shooter: Marathon ikut gelombang populer seperti Tarkov, cocok buat tim Indonesia yang suka squad play intens.
Pro Tip!
Kalau mau coba Marathon, prioritaskan build loadout untuk mobilitas tinggi di awal game. Gunakan senjata ringan seperti SMG untuk ekstraksi cepat, dan pantau server Asia Tenggara biar lag minim saat main dari Indonesia.
3 Obsesi Steam Charts: Kenapa Data Ini Sering Menyesatkan?
Meski Marathon laris manis di Circana, di Steam Charts posisinya mungkin tak sefenomenal itu. Steam Charts hanya lacak concurrent players dan wishlist di platform Steam PC, abaikan console (yang dominan di AS) dan launcher lain seperti Epic Games Store. Akibatnya, game console-heavy seperti MLB The Show 26 atau Marathon yang kuat di PS5/Xbox terlihat 'lemah' di sana.
Bagi komunitas Indonesia yang aktif di Steam (karena akses mudah via top-up saldo lokal), ini pelajaran berharga: jangan judge kesuksesan game hanya dari satu metrik. Marathon bukti bahwa penjualan holistik lebih penting daripada hype PC-only.
- 1 Kelemahan Steam Charts: Hanya PC Steam, tak hitung Game Pass, PS Plus, atau pembelian Epic.
- 2 Alternatif Akurat: Ikuti Circana, VGChartz, atau GD data untuk gambaran global. Di Indonesia, cek juga SteamDB untuk tren regional.
Kesimpulan dari semua ini jelas: Marathon bukan cuma 'salah satu' game terlaris Maret, tapi bukti nyata bagaimana data penjualan komprehensif mengalahkan asumsi sempit. Bagi gamer Indonesia, ini dorongan untuk eksplor game multi-platform seperti Marathon, yang potensial jadi next big thing di scene shooter lokal. Dengan update berkala dari Bungie, game ini bakal tetap relevan jangka panjang—jauh melebihi apa yang dikatakan Steam Charts semata.