Home Blog Gaming Peluncuran Highguard Bermasala...
📝
Gaming

Peluncuran Highguard Bermasalah: Tanpa FOV Slider di PS5 dan Performa PC yang Mengecewakan

A

Administrator

Author

28 Jan 2026
29 views
0 komentar
Share:

Baru saja dirilis setelah trailer misterius di akhir The Game Awards 2025, Highguard—game FPS free-to-play bergenre raid shooter dari mantan developer Titanfall—langsung menuai kekecewaan. Meski dibangun oleh tim berpengalaman dari Respawn Entertainment, peluncuran awal game ini justru dirundung masalah teknis serius, mulai dari absennya FOV slider di PS5 hingga performa PC yang bikin frustrasi. Bagi gamer Indonesia yang sudah menantikan pengalaman tembak-menembak intens ala Titanfall, ini jadi kabar buruk tapi juga peluang untuk belajar dari kekurangan awal.

Highguard hadir sebagai judul ambisius yang menjanjikan aksi raid co-op dengan elemen shooter cepat, tapi hari-hari pertama pasca-launch menunjukkan betapa pentingnya optimalisasi lintas platform. Di Indonesia, di mana banyak pemain mengandalkan PC spek menengah atau konsol seperti PS5, isu-isu ini langsung relevan dan bisa memengaruhi popularitas game ini di scene lokal.

1 Latar Belakang Highguard: Dari Hype TGA hingga Launch yang Kacau

Highguard pertama kali diperkenalkan melalui trailer penutup The Game Awards 2025, event tahunan bergengsi yang sering jadi ajang pengumuman game besar. Dikembangkan oleh tim eks-Titanfall—studio Respawn yang terkenal dengan mekanik parkour dan mobilitas tinggi di Titanfall serta Apex Legends—game ini diharapkan jadi penyelamat genre raid shooter free-to-play. Namun, trailer tersebut gagal membangkitkan antusiasme internet, diikuti minggu-minggu radio silence yang bikin penasaran gamer global, termasuk komunitas Indonesia yang aktif di Discord dan Reddit.

Saat akhirnya rilis, Highguard menawarkan mode raid co-op di mana pemain harus bertahan melawan gelombang musuh sambil looting item berharga. Konsepnya mirip Escape from Tarkov tapi dengan tempo lebih cepat ala Titanfall, lengkap dengan senjata kustomisasi dan elemen taktis. Sayangnya, ekspektasi tinggi bertabrakan dengan realitas launch yang penuh bug, membuat banyak reviewer seperti Kotaku menyebut 'first hours plagued by technical issues'.

ℹ️

Perlu Diketahui

The Game Awards (TGA) adalah ajang penghargaan gaming terbesar, setara Oscar-nya dunia game. Trailer Highguard di akhir acara biasanya jadi sorotan, tapi kali ini justru kurang greget karena kurangnya detail gameplay.

2 Masalah Utama di PS5: Absennya FOV Slider yang Bikin Pemain Menderita

Salah satu keluhan terbesar datang dari pemain PS5: tidak adanya FOV (Field of View) slider. Di game FPS, pengaturan FOV memungkinkan pemain memperlebar sudut pandang, menghindari rasa sesak (claustrophobia) saat bermain di TV besar. Default FOV di Highguard terasa sempit, membuat gerakan terasa lambat dan kurang immersif, terutama untuk gamer kompetitif.

Bagi pembaca Indonesia yang sering main FPS seperti Valorant atau Call of Duty di PS5, ini masalah klasik. Tanpa slider, pemain terpaksa adaptasi dengan setting bawaan, yang bisa menurunkan akurasi aim dan awareness musuh. Beberapa player melaporkan motion sickness akibat FOV rendah ini, mirip keluhan di launch awal game seperti Battlefield 2042.

  • 1 FOV Default Terlalu Sempit: Membuat pandangan terasa terbatas, sulit track musuh di raid besar.
  • 2 Tidak Ada Opsi Custom: Pemain PS5 kehilangan fleksibilitas yang sudah standar di kompetitor seperti Apex Legends.
  • 3 Potensi Update: Developer mungkin tambahkan via patch, tapi sementara ini jadi penghalang utama.

3 Krisis Performa PC: Stuttering dan Low FPS di Spesifikasi Rendah

Pada PC, situasinya lebih parah. Banyak pemain melaporkan stuttering parah, frame drop hingga di bawah 60 FPS bahkan di spek mid-range seperti GTX 1660 atau Ryzen 5. Game yang seharusnya ringan sebagai free-to-play malah berat karena optimasi buruk shader dan loading texture, membuat raid session jadi laggy dan unfair.

Di Indonesia, di mana PC gaming sering pakai spek hemat seperti Intel Core i3/i5 dengan RAM 8-16GB, ini jadi mimpi buruk. Komunitas Steam sudah ramai dengan review 'mixed' gara-gara ini, mirip kasus launch Starfield atau Cyberpunk awalnya.

💡

Pro Tip!

Untuk optimasi PC Highguard: Turunkan Graphics ke Medium, matikan V-Sync, update driver NVIDIA/AMD terbaru, dan tutup background app. Gunakan DLSS jika GPU support untuk boost FPS hingga 30-50%. Tes di benchmark tool seperti MSI Afterburner untuk monitor performa real-time.

  • Update Driver GPU: Pastikan paling baru dari situs resmi untuk hindari crash shader.
  • RAM Minimum 16GB: Tambah virtual memory jika kurang, tapi ideal upgrade fisik untuk raid panjang.
  • Monitor Suhu CPU/GPU: Gunakan HWMonitor agar tidak thermal throttle saat sesi intens.

4 Respons Developer dan Harapan ke Depan untuk Gamer Indonesia

Developer Highguard sudah akui isu ini via forum resmi dan Steam, janji patch pertama dalam 48 jam untuk FOV PS5 dan optimasi PC. Ini standar di industri game modern, di mana launch 'rough' sering diikuti hotfix cepat seperti di Helldivers 2 atau Destiny 2.

Bagi gamer Indonesia, ini kesempatan ikut feedback di Steam atau Discord official. Potensi Highguard besar sebagai free-to-play, terutama dengan elemen grinding yang cocok untuk top-up cosmetic nanti—tapi prioritas sekarang stabilitas.

Meski peluncuran Highguard penuh rintangan, potensi gameplay raid shooter dari eks-Titanfall devs tetap menjanjikan. Dengan patch mendatang dan tips optimasi di atas, game ini bisa bangkit jadi favorit. Pantau update resmi, dan jangan ragu coba setelah stabil—karena pengalaman awal buruk bukan akhir cerita, tapi awal perbaikan besar untuk komunitas global termasuk kita di Indonesia.

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

📰

Saudi Arabia Bidik Moonton Pembuat Mobile Legends Senilai Rp95 Triliun: Apa Dampaknya untuk Gamer Indonesia?

16 Feb 2026 Baca →
Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

15 Feb 2026 Baca →
Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

14 Feb 2026 Baca →