Home Blog Gaming Project Genie Google: AI yang...
Project Genie Google: AI yang Bantu Buat Dunia 3D ala Nintendo, Hasilnya Kocak Meski Gagal Total!
Gaming

Project Genie Google: AI yang Bantu Buat Dunia 3D ala Nintendo, Hasilnya Kocak Meski Gagal Total!

A

Administrator

Author

31 Jan 2026
20 views
0 komentar
Share:

Bayangkan kalau kamu bisa menciptakan dunia game 3D ala Nintendo hanya dengan deskripsi sederhana? Minggu ini, Google merilis Project Genie, tools AI generatif yang memungkinkan siapa saja bikin level game 3D secara instan. Saya langsung coba, dan hasilnya? Knockoff Super Mario 64 dan Metroid Prime yang super jelek, tapi justru bikin nagih! Buat gamer Indonesia yang doyan eksperimen, ini bisa jadi mainan baru sambil nunggu update game favorit.

Project Genie bukan cuma gimmick, tapi bagian dari masa depan game development di mana AI bantu kreator indie wujudkan ide gila tanpa skill modeling 3D rumit. Meski hasilnya masih mentah, pengalaman ini ngingetin betapa cepatnya teknologi AI berkembang. Yuk, kita bedah lebih dalam pengalaman saya dan tipsnya untuk kamu coba sendiri.

1 Apa Itu Project Genie dari Google?

Project Genie adalah tools AI generatif terbaru dari Google DeepMind, dirancang khusus untuk generate dunia 3D interaktif dari teks atau gambar sederhana. Bukan sekadar gambar statis seperti Midjourney, tapi level game yang bisa dimainkan dengan fisika realistis, platforming, dan navigasi 3D. Ini dilatih dari jutaan frame gameplay, termasuk game klasik platformer.

Untuk konteks pembaca Indonesia, bayangkan kalau kamu lagi main Roblox atau Minecraft tapi bisa bikin dunia sendiri pakai bahasa sehari-hari. Project Genie saat ini masih dalam tahap riset, tapi sudah bisa diakses via demo online. Cocok banget buat developer indie lokal yang budget terbatas, atau gamer yang pengen latihan level design tanpa Unity atau Blender yang ribet.

Yang bikin seru, AI ini paham konsep game Nintendo: lompatan Mario, koridor gelap Metroid. Tapi hasilnya? Masih 'kasar' seperti sketsa anak TK, tapi potensinya gede untuk prototyping cepat.

ℹ️

Perlu Diketahui

Project Genie saat ini demo-only dan terbatas akses. Nintendo punya hak cipta ketat, jadi jangan gunakan output untuk komersial ya, pure eksperimen saja!

2 Coba Buat Knockoff Super Mario 64: Lompatan Gagal yang Kocak

Saya mulai dengan prompt sederhana: 'Dunia platformer 3D seperti Super Mario 64 dengan castle besar, platform mengambang, dan musuh Goomba.' Hasilnya? Sebuah level absurd dengan kastil miring, platform yang ngambang tak beraturan, dan karakter yang lompatnya kaku banget. Fisikanya lumayan, tapi sering jatuh ke void tak berujung!

Bandingkan dengan aslinya, Super Mario 64 (1996) punya level ikonik seperti Bob-omb Battlefield yang presisi. Versi AI saya? Lebih mirip Mario di neraka, tapi seru buat ketawa. Ini nunjukin AI bagus capture esensi fun, tapi detail seperti animasi halus Nintendo masih jauh.

  • Tips Prompting: Gunakan deskripsi spesifik seperti 'platform hijau melayang 5 meter di atas tanah' untuk hasil lebih stabil. Hindari prompt terlalu kompleks di awal.
  • Iterasi Cepat: Generate ulang dengan tweak prompt, misal tambah 'lighting cerah ala Nintendo 64' untuk vibe retro.

3 Metroid Prime Knockoff: Lebih Gelap dan Berantakan dari Aslinya

Lanjut ke Metroid Prime. Saya prompt: 'Koridor sci-fi gelap seperti Metroid Prime dengan lava, alien musuh, dan beam weapon.' Hasilnya? Ruangan berantakan dengan lava bocor kemana-mana, musuh yang geraknya glitchy. Saya emang kurang suka Metroid Prime 4: Beyond yang baru diumumkan, tapi versi AI saya bahkan lebih buruk!

Metroid Prime series terkenal dengan explorasi 3D immersive dan atmosphere mencekam. AI Genie tangkap elemen itu, tapi eksekusinya mentah: lighting terlalu gelap sampe susah lihat, dan kontrol aiming kacau. Tapi, ini fun banget buat tes ide level horror shooter ala Indonesia, seperti DreadOut versi 3D.

💡

Pro Tip!

Kombinasikan dengan tools gratis seperti Godot Engine: Export output Genie sebagai base asset, lalu refine manual. Hemat waktu prototyping hingga 80% untuk tim indie!

4 Kelebihan, Kekurangan, dan Masa Depan AI di Gaming Indonesia

Kelebihannya jelas: Akses mudah, generate cepat (detik!), dan inspirasi tak terbatas. Kekurangannya? Konsistensi rendah, no fine control, dan risiko IP infringement kalau mirip Nintendo terlalu kentara. Buat gamer Indonesia, ini peluang besar: Bayangin bikin level Mobile Legends atau FF ala 3D pakai AI ini.

  • 1 Insight 1: AI seperti Genie percepat demo untuk pitch ke publisher lokal seperti Agate atau Toge Productions.
  • 2 Insight 2: Latih skill prompt engineering; ini skill masa depan game dev, mirip coding tapi lebih kreatif.
  • 3 Insight 3: Pantau update Google; versi selanjutnya mungkin support multiplayer atau VR integration.

Project Genie buktikan AI bukan ancaman, tapi teman kreatif. Meski hasil knockoff Nintendo saya jelek, justru bikin saya excited eksperimen lebih dalam. Buat komunitas gaming Indonesia, ini pintu masuk murah ke game dev AI—coba sendiri dan share hasil absurdmu di forum!

Singkatnya, Project Genie saat ini paling fun untuk bikin prototipe konyol ala Nintendo. Dengan polesan lebih lanjut, bisa revolusi cara kita bikin game di Indonesia. Tetap kreatif, gamer!

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

📰

Saudi Arabia Bidik Moonton Pembuat Mobile Legends Senilai Rp95 Triliun: Apa Dampaknya untuk Gamer Indonesia?

16 Feb 2026 Baca →
Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

15 Feb 2026 Baca →
Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

14 Feb 2026 Baca →