Home Blog Gaming Review DJI Neo 2: Drone Mini y...
Review DJI Neo 2: Drone Mini yang Ubah Pemula Jadi Pecinta Drone untuk Konten Gaming
Gaming

Review DJI Neo 2: Drone Mini yang Ubah Pemula Jadi Pecinta Drone untuk Konten Gaming

A

Administrator

Author

16 Jan 2026
78 views
0 komentar
Share:

Sebagai gamer Indonesia yang sering bikin konten Mobile Legends atau Free Fire, pasti kamu pernah iri lihat video pro player dengan drone shot epic dari atas. Tapi drone? Itu barang mahal, rumit, dan bikin deg-degan kalau jatuh. Nah, DJI Neo 2 datang sebagai game changer! Drone mini ini kecil banget (seukuran telapak tangan), gampang dipakai tanpa remote, dan super fun. Review ini berdasarkan pengalaman langsung: dari yang awalnya anti-drone jadi ketagihan terbangin setiap hari untuk konten gaming outdoor.

Di Indonesia, di mana event gaming seperti turnamen MLBB sering outdoor, DJI Neo 2 jadi senjata rahasia content creator. Harganya terjangkau sekitar Rp4-5 jutaan di marketplace lokal, plus regulasi drone ringan yang longgar untuk rekreasi. Yuk, kita bedah lebih dalam!

1 Pengenalan DJI Neo 2: Drone Mini untuk Pemula yang Takut Rusak

DJI Neo 2 bukan drone biasa. Berbeda dengan drone besar seperti DJI Mavic yang berat dan mahal (bisa Rp20 jutaan ke atas), Neo 2 dirancang super portabel dengan berat hanya 135 gram. Ini artinya kamu bisa bawa ke event gaming di GBK atau lapangan futsal tanpa beban. Buat gamer Indonesia yang sering mobile, ini perfect match.

Yang bikin nervous soal drone hilang: fragility dan harga. Tapi Neo 2 punya desain tahan banting dengan propeller guard, plus harga terjangkau. Pengalaman pertama saya: langsung palm-launch dari tangan tanpa setup ribet. Cocok buat yang hand-eye coordination biasa aja, seperti kita yang biasa main FPS tapi bukan pro pilot.

ā„¹ļø

Perlu Diketahui

Di Indonesia, drone di bawah 250 gram seperti DJI Neo 2 nggak perlu registrasi Dirjen Hubud untuk hobi. Tapi tetap patuhi aturan: jangan terbang di atas keramaian atau bandara. Cek apps seperti AirMap untuk zona aman.

2 Fitur Unggulan: AI Tracking dan Kamera 4K yang Cocok Konten Gaming

Fitur killer-nya? QuickShots dengan AI subject tracking. Kamu bisa terbangin drone sambil main game outdoor, dia otomatis ikutin gerakanmu untuk shot cinematic. Kamera 1/2-inch sensor hasilkan video 4K/30fps atau 1080p/60fps, stabil banget berkat RockSteady EIS. Buat rekam clutch moment di turnamen FF Max, hasilnya pro-level tanpa edit berat.

No controller needed! Kontrol via voice command ("Hey Fly") atau app DJI Fly di HP. Baterai tahan 18 menit per charge, cukup buat sesi konten singkat. Insight tambahan: pairing dengan FPV goggles (opsional) bikin pengalaman immersive seperti main drone racing game.

  • ⭐ AI Tracking Otomatis: Ikuti subjek bergerak cepat, ideal rekam squad push di PUBG Mobile event outdoor.
  • ⭐ Kamera 4K Stabil: Hasil jernih untuk upload YouTube, hemat waktu edit buat streamer gaming.
  • ⭐ Palm Takeoff/Landing: Langsung dari tangan, no run-up seperti drone tradisional.

3 Pengalaman Penggunaan dan Tips untuk Gamer Indonesia

Awalnya saya skeptis: "Ini pasti jatuh duluan." Tapi setelah 10 menit setup, Neo 2 langsung fun! Terbang stabil di angin kencang (level 5), capture drone view lapangan gaming yang bikin video MLBB saya viral di TikTok. Kekurangan? Rentang 50m tanpa remote, jadi cocok indoor/outdoor dekat. Buat Indo yang cuaca tropical, guard propeller selamatkan dari ranting pohon.

Insight: Gabungkan dengan gimbal HP untuk hybrid shot. Harga baterai cadangan Rp500ribuan, worth it buat sesi panjang.

šŸ’”

Pro Tip!

Mulai latihan di area terbuka seperti lapangan sekolah. Gunakan mode Beginner untuk speed rendah, lalu upgrade ke Normal. Buat konten gaming, set QuickShot 'Dronie' untuk pull-up shot saat tim win push. Update firmware via app untuk fitur terbaru seperti low-light enhancement.

  • 1 Persiapan Terbang: Charge full, kalibrasi compass di app, cek cuaca via BMKG app untuk hindari hujan mendadak.
  • 2 Tips Konten Gaming: Rekam di golden hour (pagi/sore) untuk lighting bagus, edit dengan CapCut tambah drone BGM.
  • 3 Maintenance: Bersihkan sensor setelah terbang berdebu, simpan di tas anti-gores.

4 Kelebihan, Kekurangan, dan Kesimpulan

Kelebihan: Fun factor 10/10, mudah dipelajari dalam 5 menit, hasil video pro untuk harga mini. Kekurangan: Baterai pendek untuk pro, no zoom optical. Dibanding kompetitor seperti Hubsan Zino Mini, DJI unggul di software stabil.

Secara keseluruhan, DJI Neo 2 ubah mindset: drone nggak lagi scary. Buat gamer Indonesia, ini investasi cerdas untuk konten standout di tengah kompetisi YouTube/TikTok. Kalau kamu pemula yang pengen coba aerial gaming shot, ini entry point terbaik. Saya? Sekarang officially drone guy!

Intinya, DJI Neo 2 bukti bahwa teknologi canggih bisa simple dan accessible. Upgrade kontenmu hari ini, dan lihat engagement naik drastis. Selamat terbang!

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

šŸ“°

Saudi Arabia Bidik Moonton Pembuat Mobile Legends Senilai Rp95 Triliun: Apa Dampaknya untuk Gamer Indonesia?

16 Feb 2026 Baca →
Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

15 Feb 2026 Baca →
Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

14 Feb 2026 Baca →