Bagi para penggemar snowboard di Indonesia yang sering menanti musim dingin untuk liburan ke Jepang, New Zealand, atau Kanada, Jones Hovercraft 2.0 bisa jadi pilihan snowboard impian. Dibuat oleh legenda snowboard Jeremy Jones, board ini dirancang khusus untuk hari-hari powder besar dengan salju tebal yang menantang. Bukan sekadar papan salju biasa, Hovercraft 2.0 menggabungkan keberlanjutan lingkungan dengan performa luar biasa, membuatnya seru banget saat meluncur di salju dalam, lereng curam, dan area berhutan. Review ini akan membongkar semua kelebihannya untukmu!
Jeremy Jones bukan nama asing di dunia snowboarding. Sebagai pro rider yang juga aktivis lingkungan, ia mendirikan Jones Snowboards dengan misi menciptakan gear ramah bumi tanpa mengorbankan fun factor. Hovercraft 2.0 adalah evolusi dari model ikoniknya, yang kini semakin matang untuk kondisi ekstrem. Bagi rider Indonesia, board ini relevan saat kamu planning trip ke Niseko atau Hakuba, di mana powder sering mencapai lutut.
1 Pengenalan Desain dan Filosofi Jeremy Jones
Jones Hovercraft 2.0 memiliki desain swallowtail klasik yang terinspirasi dari era 80-an, tapi dengan sentuhan modern. Panjangnya bervariasi dari 152cm hingga 168cm, cocok untuk rider dengan berat 50-110kg. Shape-nya dirancang untuk float maksimal di powder, dengan nose lebar dan tail yang split untuk manuver mudah di tree runs.
Yang bikin spesial adalah komitmen berkelanjutan: core-nya dari bamboo dan basaltex alami, mengurangi dampak karbon dibanding fiberglass konvensional. Ini penting buat rider sadar lingkungan seperti kita di Indonesia, di mana isu sustainability makin relevan saat traveling ke resort ski yang rawan over-tourism.
Perlu Diketahui
Hovercraft 2.0 juga tersedia sebagai splitboard untuk backcountry touring. Pastikan ukurannya sesuai tinggi badan: tambah 10-15cm dari tinggi rider untuk powder optimal.
2 Fitur Unggulan: Traction Tech dan Teknologi Lainnya
Fitur andalan adalah Traction Tech 2.0, yaitu serration halus di edges (3D Tech) yang menggigit salju keras tanpa mengganggu carving mulus. Ini seperti ban off-road di mobilmu: grip ekstra di icy patch, tapi tetap lincah di groomer. Tester bilang, Traction Tech ini lebih reliable daripada versi sebelumnya, terutama di transisi dari powder ke hardpack.
Lainnya termasuk 3D Contour Base dengan spoon bevel di nose untuk float superior, dan camber hybrid (rocker di nose/tail, camber di bawah kaki) untuk responsif. Flex medium-soft (sekitar 6/10) membuatnya playful, ideal untuk freestyle di powder.
- 1 Traction Tech 2.0: Gigi edges 1cm yang meningkatkan grip 20% di salju beku, tanpa chatter saat high-speed carve.
- 2 3D Contour Base: Bevel 6mm di nose mencegah catch, float seperti perahu di powder 50cm+.
- 3 Bamboo Core: Ringan (sekitar 2.5kg), pop tinggi, dan eco-friendly dengan sertifikasi FSC.
3 Performa di Lapangan: Powder, Steeps, dan Trees
Di deep powder, Hovercraft 2.0 seperti mimpi: float instan, mudah speed build-up, dan tail split memudahkan slash turns. Di steeps (lereng >40 derajat), stability-nya top-notch berkat camber hybrid, memungkinkan charge tanpa ragu. Bahkan di trees, manuvernya lincah untuk dodging pohon.
Minus kecil: kurang ideal untuk park freestyle karena flex soft dan shape powder-oriented. Tapi untuk all-mountain powder chaser, skor 9.5/10 dari tester pro seperti Jones sendiri.
Pro Tip!
Untuk rider Indonesia pemula, mulai dengan stance setback 2-3cm untuk float lebih baik. Wax base dengan hydrocarbon untuk powder basah di resort Jepang. Selalu cek weather app seperti Mountainwatch sebelum drop-in!
4 Tips Memilih dan Perawatan untuk Rider Indonesia
Pilih ukuran berdasarkan berat: 158cm untuk 60-80kg, 164cm untuk 80-100kg. Harga sekitar Rp 25-30 juta, worth it untuk durability 5+ musim. Bagi yang baru, coba demo di rental Niseko dulu.
- ā Stance Setup: Width 50-55cm, angle +15/-6 untuk powder surfing feel. Gunakan bindings Jones MTN untuk kompatibilitas sempurna.
- ā Perawatan: Hot wax setiap 3-5 hari, sharpen edges 1 derajat untuk Traction Tech optimal. Simpan di suhu ruang saat off-season.
- ā Trip Prep: Bawa skin untuk splitboard mode, dan avalanche beacon untuk safety di backcountry Jepang.
Secara keseluruhan, Jones Hovercraft 2.0 adalah snowboard yang revolusioner untuk pecinta powder. Dengan performa juara, fitur inovatif seperti Traction Tech, dan etos berkelanjutan, ia layak jadi investasi jangka panjang bagi rider Indonesia yang haus petualangan salju. Jika kamu siap taklukkan big powder days, ini board-nya!