Home Blog Gaming Review Nikon Z5II: Kamera Full...
Review Nikon Z5II: Kamera Full-Frame Entry-Level dengan Performa Mengagumkan di Harga Terjangkau
Gaming

Review Nikon Z5II: Kamera Full-Frame Entry-Level dengan Performa Mengagumkan di Harga Terjangkau

A

Administrator

Author

23 Jan 2026
55 views
0 komentar
Share:

Di tengah maraknya content creation di kalangan gamer dan kreator Indonesia, memiliki kamera berkualitas menjadi investasi penting. Nikon Z5II, versi kedua dari Nikon Z5 yang populer, hadir membawa peningkatan signifikan seperti autofocus lebih pintar, laju burst shooting lebih cepat, dan spesifikasi video yang mengesankan. Kamera full-frame entry-level ini menjadikannya pilihan ideal bagi pemula yang ingin hasil profesional tanpa menguras kantong, terutama di pasar Indonesia di mana harga impor sering jadi tantangan.

Dengan body ringkas dan fitur-fitur modern, Z5II bukan hanya untuk fotografi statis, tapi juga video untuk streaming game atau vlog. Dalam review ini, kita akan bedah secara mendalam performanya, bandingkan dengan kompetitor seperti Canon EOS R8 atau Sony A7C II, serta beri tips penggunaan optimal untuk kondisi tropis Indonesia.

1 Desain dan Build: Kokoh untuk Penggunaan Harian

Nikon Z5II mempertahankan desain ergonomis khas Nikon dengan body magnesium alloy yang weather-sealed, tahan debu dan cipratan air—sangat berguna saat sesi foto outdoor di musim hujan Indonesia. Beratnya hanya sekitar 700 gram, ringan untuk dibawa seharian, mirip dengan mirrorless entry-level lainnya tapi dengan grip yang lebih nyaman untuk tangan orang Asia.

Fitur tambahan seperti joystick untuk mengontrol titik autofocus jadi penyelamat besar, terutama bagi yang terbiasa dengan model Nikon Zf yang kekurangan ini. Ada juga dual card slots (SD UHS-II + SD), memastikan backup data aman saat syuting event gaming besar seperti IESF di Jakarta.

ℹ️

Perlu Diketahui

Di Indonesia, pastikan beli dari distributor resmi Nikon untuk garansi 2 tahun. Harga Z5II sekitar Rp 25-28 juta, lebih murah 20% dibanding Sony A7 IV dengan spek serupa.

2 Autofocus dan Burst Shooting: Upgrade yang Dirasakan

Autofocus Nikon Z5II menggunakan sistem hybrid 273 titik dengan deteksi subjek manusia, hewan, dan kendaraan—lebih akurat 40% dibanding Z5 original. Ini sempurna untuk memotret aksi cepat seperti turnamen Mobile Legends di kafe gaming Jakarta, di mana subjek bergerak dinamis.

Burst rate naik menjadi 7.5 fps (mechanical) dan 30 fps (electronic), jauh lebih baik untuk capture momen kritis. Dibandingkan Canon R8 yang 40 fps tapi lebih mahal, Z5II menawarkan value terbaik untuk pemula.

  • 1 Deteksi Mata dan Tubuh: AF eye-detection bekerja hingga low light ISO 51.200, ideal untuk foto cosplayer di event comic con Indonesia.
  • 2 Tracking 3D: Ikuti subjek bergerak seperti gamer sedang kompetisi FPS, minim missed shot.

3 Video dan Baterai: Siap untuk Content Creator

Spesifikasi video Nikon Z5II mencakup 4K 60p tanpa crop, 10-bit N-Log, dan stabilisasi IBIS 5-axis—cocok untuk rekam gameplay Valorant atau edit vlog di CapCut. Full-frame sensor 24.5MP menghasilkan dynamic range luas, unggul di kondisi cahaya campur seperti studio gaming Bandung.

Baterai EN-EL15c tahan hingga 330 shot (CIPA), tapi dalam pengujian nyata mencapai full day shooting dengan LCD on. Ini lebih baik dari Z5 awal yang boros, terutama saat live streaming via HDMI clean output.

💡

Pro Tip!

Untuk gamer Indonesia, gunakan Z5II dengan lens kit 24-50mm untuk foto in-game setup. Aktifkan silent mode saat rekam tournament agar tak ganggu kompetisi. Tambah ND filter untuk video outdoor terik matahari tropis agar exposure stabil.

  • 4K 60p 10-bit: Hasil warna akurat untuk edit di DaVinci Resolve, populer di komunitas kreator Indo.
  • IBIS Canggih: Stabilisasi hingga 5 stop, kurangi guncangan saat handheld syuting event esports.

4 Kelebihan, Kekurangan, dan Nilai Keseluruhan

Kelebihan utama: harga budget (sekitar $1.700 body only), sensor full-frame berkualitas, dan EVF 3.69M dot tajam. Kekurangan: tak ada pixel shift untuk resolusi ultra-high, dan buffer burst terbatas di RAW. Dibanding Sony A7C II (lebih mahal Rp 10 juta), Z5II menang di battery dan ergonomis.

Untuk pembaca Indonesia, ini kamera transisi sempurna dari DSLR APS-C seperti Nikon D7500, dengan kompatibilitas lens Z-mount luas via adapter FTZ II.

Nikon Z5II membuktikan bahwa full-frame tak lagi eksklusif untuk pro. Dengan upgrade autofocus, video modern, dan baterai andal, ia jadi senjata ampuh bagi fotografer pemula, gamer content creator, hingga vlogger di Indonesia. Jika budget terbatas tapi ingin hasil pro, Z5II layak jadi prioritas—investasi jangka panjang yang tak mengecewakan.

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

📰

Saudi Arabia Bidik Moonton Pembuat Mobile Legends Senilai Rp95 Triliun: Apa Dampaknya untuk Gamer Indonesia?

16 Feb 2026 Baca →
Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

15 Feb 2026 Baca →
Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

14 Feb 2026 Baca →