Band prog rock legendaris asal Kanada, Rush, baru saja menggemparkan dunia musik dengan pengumuman perluasan tur reuni mereka hingga tahun 2027. Tur internasional ini akan membawa mereka melintasi Amerika Selatan, Inggris, dan Eropa mulai Januari mendatang, dengan jadwal padat beberapa pertunjukan per minggu. Bagi pembaca Indonesia yang mungkin lebih familiar dengan Rush melalui soundtrack game seperti Rock Band atau Guitar Hero, ini adalah kesempatan emas untuk menyaksikan live performa band yang telah memengaruhi generasi musisi rock modern.
Pengumuman ini datang setelah kesuksesan tur reuni awal, menandai kembalinya formasi klasik dengan tambahan musisi pendukung. Rush, yang dikenal dengan komposisi rumit dan permainan drum epik Neil Peart, tetap relevan di kalangan gamer Indonesia berkat lagu-lagu hits seperti "Tom Sawyer" dan "YYZ" yang sering muncul di game ritme. Mari kita bedah detailnya lebih dalam.
1 Pengumuman Resmi dan Latar Belakang Tur Reuni
Rush secara resmi mengumumkan perluasan tur reuni mereka dengan menambahkan tanggal internasional di tahun 2027. Tur ini merupakan kelanjutan dari reuni yang telah direncanakan, membuktikan bahwa band ini belum kehilangan semangat meski telah eksis sejak 1974. Untuk konteks pembaca Indonesia, Rush adalah pionir prog rock dengan album ikonik seperti Moving Pictures (1981) yang terjual jutaan kopi dan sering dijadikan referensi di komunitas musik game.
Tur dimulai Januari 2027, dengan fokus pada wilayah Amerika Selatan, Inggris, dan Eropa. Jadwal padat—beberapa gig per minggu—menjanjikan setlist lengkap hits klasik hingga materi baru. Ini spesial karena Rush jarang tur pasca-pensiun sementara mereka di 2015, dan kini kembali dengan energi baru.
Perlu Diketahui
Rush dibentuk oleh Geddy Lee (vokal/bass), Alex Lifeson (gitar), dan Neil Peart (drum) yang tragis meninggal pada 2020. Tur reuni ini kemungkinan menggunakan drummer tamu untuk menghormati warisan Peart, menjaga esensi prog rock mereka tetap hidup.
2 Lineup Lengkap: Bergabungnya Keyboardist Loren Gold
Salah satu highlight pengumuman adalah kehadiran keyboardist Loren Gold yang akan bergabung dengan Rush sepanjang tur. Loren Gold bukan nama baru; ia dikenal sebagai musisi sesi berpengalaman yang pernah berkolaborasi dengan band besar seperti The Who dan Bruce Springsteen. Kehadirannya akan memperkaya aransemen keyboard pada lagu-lagu Rush yang kaya lapisan suara sinematik.
Bagi fans Indonesia, ini berarti performa live akan lebih megah, mirip pengalaman bermain Rock Band di mana elemen keyboard sering jadi tantangan seru. Gold's expertise akan membantu mereplikasi sound klasik Rush sambil menambahkan nuansa modern.
- ⭐ Latar Belakang Loren Gold: Musisi Amerika yang mahir multi-instrumen, sering tampil di tur besar dan rekaman studio. Kontribusinya di Rush diprediksi tingkatkan dimensi sonik lagu seperti "Xanadu".
- ⭐ Manfaat untuk Tur: Keyboard tambahan ideal untuk prog rock kompleks Rush, memastikan show tetap autentik meski tanpa personel asli lengkap.
3 Jadwal Tur dan Tips Saksikan dari Indonesia
Meski detail jadwal lengkap belum dirilis sepenuhnya, tur akan dimulai Januari 2027 di Amerika Selatan, lalu ke Inggris dan Eropa. Beberapa kota potensial termasuk São Paulo, London, dan Paris, dengan frekuensi 2-3 konser per minggu. Pantau situs resmi Rush atau Ticketmaster untuk update.
Untuk gamer dan fans musik Indonesia, ini peluang nostalgia. Rush punya pengaruh besar di scene rhythm game, di mana lagu mereka sering jadi DLC premium. Bayangkan headbang ke "Limelight" sambil ingat skor high di Guitar Hero!
Pro Tip!
Segera daftar newsletter resmi Rush atau aplikasi ticketing seperti Ticketmaster untuk prioritas pembelian tiket. Gunakan VPN Indonesia untuk cek harga promo, dan pertimbangkan paket travel murah via Traveloka ke Eropa. Jangan lupa playlist Spotify Rush sambil main Rock Band untuk latihan hype!
- 1 Amerika Selatan (Januari 2027): Fokus kota besar seperti Rio dan Buenos Aires, tiket kemungkinan sold out cepat karena basis fans Latin kuat.
- 2 Inggris & Eropa (Februari-Mei): London O2 Arena dan arena besar Paris jadi highlight; anggarkan Rp 20-50 juta untuk trip lengkap dari Indonesia.
4 Kaitan Rush dengan Dunia Gaming dan Insight untuk Fans Indonesia
Rush bukan hanya band rock; mereka ikon di gaming. Lagu-lagu seperti "Working Man" dan "Fly By Night" jadi staple di Rock Band 3 dan Guitar Hero, menarik jutaan gamer termasuk di Indonesia yang tumbuh dengan konsol PS2/Xbox. Kompleksitas musik mereka mirip tantangan combo di game ritme, melatih ketepatan dan stamina.
Di Indonesia, komunitas seperti Indonesian Prog Rock Fans di Reddit sering bahas Rush. Tur 2027 bisa jadi inspirasi buat gamer bikin cover lagu di game seperti Fortnite Festival atau Roblox concerts.
Pengumuman tur Rush 2027 bukan sekadar berita musik, melainkan rayakan warisan abadi band ini yang menyatukan rock dan gaming. Bagi fans Indonesia, ini momen untuk rayakan musik yang telah jadi bagian soundtrack hidup kita—dari konser virtual di game hingga live megah di panggung dunia. Jangan lewatkan kesempatan ikuti update, karena sejarah prog rock sedang ditulis ulang.