Home Blog Gaming Shocking! Metroid Prime 4: Bey...
Shocking! Metroid Prime 4: Beyond Ternyata Gagal Total? Mengapa Game Legendaris Ini Berisiko Kecewakan Fans!
Gaming

Shocking! Metroid Prime 4: Beyond Ternyata Gagal Total? Mengapa Game Legendaris Ini Berisiko Kecewakan Fans!

A

Administrator

Author

14 Dec 2025
46 views
0 komentar
Share:

Bagi para gamer veteran, nama Metroid bukan sekadar franchise; ia adalah pilar fundamental dalam sejarah game. Bersama Castlevania: Symphony of the Night, Metroid melahirkan genre yang kini kita kenal sebagai 'Metroidvania'—sebuah formula eksplorasi non-linear yang adiktif. Oleh karena itu, pengumuman Metroid Prime 4: Beyond seharusnya disambut bak kembang api raksasa. Namun, setelah delapan tahun penantian sejak diumumkan, dan hampir dua dekade sejak entri 3D terakhir, muncul kekhawatiran serius: Mampukah Nintendo mempertahankan standar legendaris ini, atau justru game ini akan menjadi contoh bagaimana sebuah franchise ikonik bisa 'gagal' dalam mendefinisikan kembali genrenya sendiri?

Nintendo dikenal sangat protektif terhadap kualitas produknya, terutama untuk IP sebesar Metroid. Namun, perjalanan pengembangan Prime 4 yang penuh liku—termasuk perombakan total tim pengembangan pada tahun 2019—menimbulkan pertanyaan besar. Apakah penundaan tersebut disebabkan oleh ambisi yang terlalu tinggi, atau justru karena mereka kesulitan menemukan formula yang tepat untuk era gaming modern? Mari kita bedah mengapa Metroid Prime 4: Beyond menghadapi risiko besar untuk mengecewakan basis penggemar setianya.

1 Jejak Sejarah yang Terlalu Berat: Beban Ekspektasi Genre Metroidvania

Metroidvania adalah genre yang dibangun di atas tiga pilar utama: eksplorasi, peningkatan kemampuan (power-up), dan isolasi atmosferik. Metroid Prime Trilogy, khususnya, berhasil memindahkan formula 2D klasik ke perspektif First-Person Shooter (FPS) dengan sangat mulus, menjadikannya standar emas bagi game eksplorasi 3D. Ketika Metroid Prime 4: Beyond akhirnya diperlihatkan, meskipun trailer menunjukkan visual yang memukau, ada keraguan tentang inovasi inti.

Masalah utamanya terletak pada potensi Nintendo terlalu berpegang teguh pada formula lama tanpa memberikan lompatan signifikan yang sepadan dengan penantian 18 tahun sejak Metroid Prime 3: Corruption (2007). Sementara game lain dalam genre ini, seperti Hollow Knight atau Ori and the Blind Forest, telah mendorong batas eksplorasi 2D dengan mekanik gerakan yang revolusioner, Prime 4 harus membuktikan bahwa FPS eksplorasi juga bisa berevolusi secara fundamental.

2 Perombakan Pengembangan dan Hilangnya Visi Awal

Fakta yang paling mengkhawatirkan dari Metroid Prime 4 adalah sejarah pengembangannya yang berliku. Awalnya dikembangkan oleh Bandai Namco Singapore, Nintendo mengambil keputusan drastis pada tahun 2019 untuk menghentikan proyek tersebut dan menyerahkannya sepenuhnya ke Retro Studios (developer di balik trilogi Prime asli) di Austin, Texas. Ini adalah langkah yang sangat jarang dilakukan Nintendo, dan biasanya mengindikasikan bahwa visi awal proyek tersebut tidak sesuai dengan standar kualitas yang mereka inginkan.

Meskipun Retro Studios adalah tim yang sangat dihormati, perombakan total ini menimbulkan pertanyaan tentang konsistensi desain. Apakah mereka hanya ‘memperbaiki’ apa yang sudah ada, ataukah mereka membangun ulang fondasinya? Jika visi awal yang dipegang oleh tim lain sudah dibuang, ada risiko bahwa elemen-elemen unik yang mungkin sudah dikembangkan akan hilang, digantikan oleh pendekatan yang lebih ‘aman’ ala Retro, yang mungkin tidak cukup mengejutkan pasar.

💡

Pro Tip!

Bagi gamer yang baru mengenal Metroidvania, coba mainkan Super Metroid (SNES) atau Metroid Prime Remastered (Switch). Ini akan memberikan konteks sempurna tentang bagaimana eksplorasi non-linear seharusnya terasa, sehingga Anda bisa menilai inovasi yang dibawa oleh Prime 4 nanti.

Bagi gamer yang tumbuh dengan game eksplorasi modern, mereka mungkin tidak terlalu peduli dengan sejarah pengembangan. Namun, bagi fans lama, periode vakum ini berarti mereka mengharapkan sebuah mahakarya yang benar-benar baru, bukan sekadar sekuel yang diperbarui. Kegagalan untuk menawarkan mekanik baru yang segar, atau peta yang terasa lebih organik dan terintegrasi, bisa dianggap sebagai kegagalan genre yang diciptakan oleh seri ini sendiri.

3 Tantangan Adaptasi Kontrol di Era Modern

Metroid Prime selalu identik dengan kontrol inovatif. Game pertama menggunakan fitur Aiming di GameCube yang revolusioner pada masanya. Ketika Prime 2 dan 3 hadir, mereka memanfaatkan kontrol gerak Wii untuk menambah kedalaman interaksi. Pertanyaannya, bagaimana Prime 4 akan memanfaatkan Nintendo Switch, terutama jika game ini menyasar rilis di konsol generasi berikutnya?

Jika Nintendo hanya mengandalkan kontrol analog standar (seperti FPS modern pada umumnya), mereka berisiko kehilangan keunikan yang membuat Prime terasa berbeda. Namun, jika mereka memaksakan fitur kontrol gerak yang belum teruji atau terlalu bergantung pada fitur Switch yang mungkin sudah usang saat game rilis di tahun 2025, game ini bisa terasa canggung.

  • 1 Ketergantungan pada Visor Mode: Jika eksplorasi utama terlalu bergantung pada pergantian mode Visor (Scan, Missile, Thermal), ini bisa memecah ritme eksplorasi cepat yang sangat disukai gamer modern.
  • 2 Desain Peta yang Terlalu Linear: Genre Metroidvania sukses karena rasa ‘tersesat yang terstruktur’. Jika Prime 4 terlalu diarahkan (hand-holding) seperti game FPS naratif, ia akan kehilangan identitas intinya.
  • 3 Keseimbangan Tempur: Tempur di Prime selalu seimbang antara tembak-menembak (shooter) dan pemecahan teka-teki (puzzle). Jika salah satu terlalu dominan, game akan terasa seperti FPS biasa atau game puzzle yang membosankan.
ℹ️

Perlu Diketahui

Metroid Prime 4: Beyond dijadwalkan rilis pada Desember 2025. Penundaan ini sangat signifikan, mengingat game ini diumumkan pada E3 2017. Keputusan Nintendo untuk merombak tim pengembangan pada 2019 menunjukkan bahwa mereka memprioritaskan kualitas warisan Metroid di atas janji tanggal rilis awal.

Inti dari kekhawatiran ini bukanlah pada visual atau apakah Samus Aran akan kembali dengan keren. Kekhawatiran terbesar adalah apakah Nintendo dan Retro Studios berani untuk mengambil risiko desain yang diperlukan untuk memajukan genre yang mereka ciptakan sendiri. Jika Prime 4 hanya menjadi versi 4K dari Prime 3 tanpa terobosan berarti dalam eksplorasi, kemampuan, atau bagaimana pemain berinteraksi dengan lingkungan, maka ia benar-benar gagal memenuhi warisan 'Beyond' dalam judulnya.

Menjelang rilisnya pada Desember 2025, mata seluruh komunitas gamer akan tertuju pada Nintendo. Apakah mereka berhasil membangkitkan semangat eksplorasi yang mendefinisikan genre ini, ataukah penantian panjang ini hanya akan berakhir dengan rasa nostalgia yang hambar? Masa depan Metroidvania 3D bergantung pada kemampuan mereka untuk melampaui ekspektasi yang mereka ciptakan sendiri dua dekade lalu.

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Kabar Gembira Pelanggan Verizon: Diskon Besar YouTube TV, Simak Cara Dapat Harga Rp999 Ribu Setahun!

Kabar Gembira Pelanggan Verizon: Diskon Besar YouTube TV, Simak Cara Dapat Harga Rp999 Ribu Setahun!

01 Jan 2026 Baca →
Masa Depan Apple Pencil di iPhone Lipat 2026: Apakah Dukungan Stylus Akan Jadi Kenyataan?

Masa Depan Apple Pencil di iPhone Lipat 2026: Apakah Dukungan Stylus Akan Jadi Kenyataan?

01 Jan 2026 Baca →
📰

Melampaui Kim Wexler: Menyelami Peran Genre Rhea Seehorn di Dunia 'Magic: The Gathering'!

01 Jan 2026 Baca →