Bayangkan kalau koleksi game digitalmu tiba-tiba hilang begitu saja dari rak virtual PlayStation Store. Itulah yang sedang terjadi di ekosistem PSN saat ini. Sony baru saja melakukan pembersihan besar-besaran dengan menghapus sekitar 150 judul game shovelware dari katalog satu developer tunggal. Fenomena ini disebut sebagai "participation trophies as a service" karena game-game ini sering dimanfaatkan trophy hunter untuk meraih platinum trophy dengan mudah, tanpa tantangan berarti. Bagi gamer Indonesia yang gemar farming trophy untuk naikkan level PSN profile, berita ini bisa jadi pukulan telak sekaligus angin segar untuk kualitas konten di PS Store.
Shovelware sendiri adalah istilah untuk game berkualitas rendah yang diproduksi massal, mirip seperti barang murahan di pasar malam. Biasanya, game seperti ini menampilkan objek tak bernyawa yang suka melompat-lompat tanpa tujuan jelas, dirancang khusus untuk memenuhi syarat trophy mudah. Penghapusan ini menandakan komitmen Sony untuk meningkatkan standar PlayStation Store, tapi meninggalkan banyak pertanyaan bagi komunitas gamer.
1 Apa yang Sebenarnya Terjadi di PlayStation Store?
Sony tampaknya telah menarik seluruh katalog game dari publisher tersebut tanpa pemberitahuan mendadak. Ini bukan penghapusan sporadis, melainkan aksi bersih-bersih total yang memengaruhi ratusan judul. Game-game ini populer di kalangan trophy hunter karena menyediakan platinum trophy dalam waktu singkat, sering kali hanya butuh 30 menit hingga beberapa jam bermain. Bagi pembaca Indonesia yang mungkin baru mengenal istilah ini, bayangkan game sederhana seperti platformer 2D dengan objek lompatan absurd yang dirilis berulang-ulang dengan variasi minimal.
Penyebab pastinya belum diumumkan resmi oleh Sony, tapi spekulasi mengarah pada pelanggaran kebijakan PSN terkait kualitas konten atau praktik shovelware yang merusak pengalaman pengguna. Di Indonesia, di mana akses PS Store sering melalui VPN untuk diskon regional, banyak gamer yang sudah membeli game ini kini panik karena lisensi mereka masih aktif tapi tidak bisa diunduh ulang jika dihapus dari library.
Perlu Diketahui
Jika kamu sudah membeli game shovelware ini sebelum penghapusan, trophy yang sudah didapat tetap tersinkronisasi di PSN profilemu. Namun, save data lokal bisa hilang jika tidak di-backup ke cloud. Pastikan aktifkan PS Plus Cloud Save sekarang juga!
2 Siapa Publisher di Balik 150 Game Shovelware Ini?
Meski identitas publisher belum disebutkan secara eksplisit dalam pengumuman awal, komunitas PSN langsung mengaitkannya dengan developer yang terkenal merilis game-game serupa secara massal. Publisher ini telah membanjiri PS Store dengan judul-judul yang hampir identik, fokus pada genre platformer sederhana dengan trophy instan. Di Indonesia, game seperti ini laris karena harganya murah (sering di bawah Rp50.000 saat diskon) dan cocok untuk boost PSN level tanpa effort besar.
Fenomena ini bukan hal baru; shovelware telah menjadi masalah di PSN sejak era PS4, di mana ribuan game indie murahan muncul untuk eksploitasi trophy. Sony kini tampaknya mengambil langkah tegas, mirip dengan pembersihan sebelumnya di Steam atau Nintendo eShop. Bagi gamer Indo, ini pelajaran bahwa kualitas lebih penting daripada kuantitas trophy.
- 1 Karakteristik Shovelware: Game pendek (kurang dari 1 jam), grafis minimalis, replay value nol, dan trophy 100% mudah didapat. Contoh: Objek lompatan yang tak punya cerita mendalam.
- 2 Alasan Populer di Indonesia: Cocok untuk pemula trophy hunting yang ingin cepat naik level PSN dan tampil keren di friend list.
- 3 Dampak Penghapusan: Library PS Store lebih bersih, tapi kolektor game digital kehilangan akses permanen.
3 Dampak bagi Trophy Hunter dan Tips Mengantisipasi
Bagi para pemburu trophy, ini hari yang buruk karena sumber platinum mudah lenyap. Banyak yang bergantung pada game ini untuk grinding level PSN, yang penting untuk unlock reward eksklusif seperti avatar atau tema. Di komunitas Indonesia seperti grup Facebook PSN Indo, diskusi sudah ramai soal ini—ada yang lega karena PS Store lebih berkualitas, ada pula yang kecewa karena target 100% platinum terganggu.
Sony mungkin akan terus membersihkan konten serupa, jadi saatnya beralih ke game berkualitas. Ini juga sinyal positif bahwa PS5 era fokus pada pengalaman premium, bukan kuantitas murahan.
Pro Tip!
Cari alternatif trophy mudah di game indie berkualitas seperti "Unpacking" atau "Celeste" yang punya platinum realistis. Gunakan situs PSNProfiles.com untuk cek trophy rating sebelum beli—hindari yang di bawah 1.5 rating untuk pengalaman lebih memuaskan!
- ⭐ Pilih Game Berkualitas: Fokus pada judul dengan cerita kuat seperti "It Takes Two" untuk trophy menyenangkan, bukan sekadar grinding.
- ⭐ Backup Segera: Aktifkan Auto-Upload Save ke PS Plus Cloud agar data aman meski game dihapus.
- ⭐ Ikuti Update: Pantau akun resmi PlayStation Blog untuk kebijakan baru PS Store di Indonesia.
4 Masa Depan PS Store: Menuju Ekosistem Lebih Baik
Langkah Sony ini bisa jadi awal dari era baru PS Store yang lebih ketat dalam kurasi konten. Bagi gamer Indonesia, yang sering berburu deal di wilayah Asia Tenggara, ini mendorong pilihan lebih bijak. Daripada mengejar trophy instan, lebih baik investasi di game AAA atau indie premium yang tawarkan value jangka panjang.
Komunitas global menyambut baik pembersihan ini, dengan harapan PSN bebas dari sampah digital. Ini juga peluang bagi developer lokal Indonesia untuk unjuk gigi dengan game berkualitas tinggi.
Pada akhirnya, penghapusan 150 game shovelware ini adalah reminder bahwa gaming sejati tentang kesenangan dan tantangan, bukan jalan pintas. Trophy hunter Indonesia, saatnya adaptasi dan nikmati perjalanan platinum yang lebih bermakna. Pantau terus update PSN untuk berita selanjutnya!