Di tengah gemerlap budaya pop Korea Selatan yang mendunia lewat K-pop dan drama, muncul tren sosial baru yang bikin heboh: 'Young 40s'. Istilah ini diciptakan Gen Z untuk menyindir generasi millennials berusia akhir 30an hingga awal 40an yang berusaha tampil kekinian tapi justru terlihat kuno dan dipaksakan. Bahkan iPhone, gadget ikonik anak muda, kini diremehkan sebagai ciri khas 'Young 40s'. Tren ini tak hanya soal fashion, tapi juga cerminan pergeseran selera antargenerasi. Bagi gamer Indonesia, fenomena ini relevan karena mirip dengan bagaimana Gen Z sering roast pilihan skin atau setup lama di game seperti Free Fire atau Mobile Legends.
1 Apa Itu 'Young 40s' dan Asal-usulnya?
'Young 40s' atau 'ģ²ģ¶40ė' dalam bahasa Korea secara harfiah berarti '40an yang masih muda'. Istilah ini populer di media sosial Korea seperti Instagram dan TikTok sejak akhir 2023. Gen Z, yang lahir antara 1997-2012, menggunakan kata ini untuk menggambarkan millennials (lahir 1981-1996) yang sudah memasuki usia 40an tapi masih ngotot pakai gaya streetwear oversized, celana baggy, atau aksesoris remaja yang sudah outdated. Ini bukan sekadar ejekan ringan, tapi kritik sosial terhadap upaya 'menolak penuaan' di masyarakat Korea yang sangat kompetitif dan obsesi dengan penampilan muda.
Di Korea Selatan, tekanan untuk tampil sempurna sangat tinggi berkat pengaruh K-beauty dan idol K-pop. Millennials yang tumbuh di era 2000an awal sering terjebak dengan tren lama seperti mirror selfies panjang di Instagram, yang kini dianggap cringe oleh Gen Z. Fenomena ini mirip dengan dunia gaming Indonesia, di mana pemain veteran sering dikritik Gen Z karena pakai skin klasik seperti DJ Alok di Free Fire yang sudah dianggap 'boomer style'.
- 1 Fashion Outdated: Oversized hoodie, celana jeans robek berlebihan, dan sneakers chunky yang sudah digantikan tren minimalis Gen Z.
- 2 Gadget Lama: iPhone model lama seperti iPhone 11 atau 12, yang dianggap tacky karena Gen Z lebih suka Android flagship atau iPhone terbaru dengan fitur AI canggih.
- 3 Behavior Online: Posting mirror selfies berulang dengan pose sama, caption motivasi klise, yang bikin Gen Z geleng-geleng kepala.
2 Kasus Viral Ji Seung-ryeol: Korban Pertama yang Terkenal
Ji Seung-ryeol, pria berusia 41 tahun, menjadi wajah pertama dari fenomena ini. Dia bangga dengan sense of fashion-nya dan rajin membagikan mirror selfies di Instagram. Setiap foto menampilkan outfit lengkap: jaket bomber, celana cargo, dan sneakers Nike Air Force 1 yang sudah mainstream bertahun-tahun. Sayangnya, postingannya malah jadi bahan roast online. Netizen Gen Z komentar pedas seperti 'Classic Young 40s detected' atau 'Ini abang-abang kantoran cosplay remaja'.
Kasus Ji ini viral karena mewakili ribuan millennials Korea yang tak peka terhadap shift tren. Di Indonesia, ini mirip dengan gamer usia 30an yang masih pakai setup RGB warna-warni ala 2010an atau skin weapon default di PUBG Mobile, sementara Gen Z sudah kejar meta terbaru seperti skin animasi 4D. Ji sendiri merespons dengan humor, tapi tren ini buka mata banyak orang soal pentingnya adaptasi.
Perlu Diketahui
Di Korea, Instagram Ji Seung-ryeol punya ribuan follower, tapi roast-nya capai jutaan view di TikTok. Ini tunjukkan kekuatan Gen Z dalam mendefinisikan 'cool' via algoritma sosial media.
3 Simbol Lainnya dan Dampak ke Budaya Pop
Selain fashion Ji, iPhone lama jadi trademark utama 'Young 40s'. Dulu simbol status, kini Gen Z anggap itu pilihan malas karena tak ikut tren foldable phone atau kamera AI. Lainnya termasuk minum boba setiap hari, nonton drama lama, atau pakai filter Snapchat kuno. Tren ini bahkan masuk meme dan challenge TikTok, di mana Gen Z bikin video 'before vs after' transformasi dari Young 40s ke Gen Z style.
- ā Tren Baru Gen Z: Minimalis chic dengan warna netral, techwear fungsional, dan gadget seperti Galaxy Z Flip untuk gaya fleksibel.
- ā Dampak Positif: Dorong millennials adaptasi, ciptakan diskusi sehat antargenerasi soal self-expression.
Pro Tip!
Bagi gamer Indonesia, hindari 'Young 40s' di game dengan update skin ke bundle terbaru seperti dari event kolab K-pop di MLBB. Pilih setup sensitivity meta 2024 dan hindari emote lama agar tak di-roast di live stream.
4 Relevansi Tren Ini untuk Gamer Indonesia
Di Indonesia, tren serupa sudah muncul di TikTok gaming. Gen Z sering sebut pemain 30an sebagai 'Om-om Pro' jika pakai skin FF klasik atau Valorant agent dengan skin default. Ini pelajaran: adaptasi tren jaga relevansi. Millennials gamer bisa belajar dari Ji dengan eksperimen style baru, seperti ikut challenge skin bundle di game Korea-inspired PUBG.
Fenomena 'Young 40s' ingatkan kita bahwa selera berevolusi cepat, terutama di komunitas gaming yang dipenuhi update mingguan. Bagi Gen Z, ini cara assert identitas; bagi millennials, kesempatan refleksi tanpa insecure.
Pada akhirnya, 'Young 40s' bukan hanya ejekan, tapi cermin dinamika generasi di era digital. Baik di jalanan Seoul maupun lobby Free Fire Indonesia, kunci tetap autentik sambil open-minded terhadap tren baru. Dengan begitu, tak ada yang jadi bahan roast, dan semua bisa enjoy style serta game tanpa drama.