The Game Awards (TGA) selalu menjadi panggung yang dinanti-nantikan, bukan hanya untuk melihat siapa yang membawa pulang piala bergengsi, tetapi juga untuk menyaksikan 'World Premiere' atau pengumuman besar yang seringkali ditutup dengan momen 'One More Thing' yang dramatis. Namun, gelaran TGA tahun ini menyisakan rasa pahit bagi banyak penggemar. Alih-alih kejutan yang membangkitkan semangat—seperti kembalinya franchise legendaris atau bocoran masif dari studio besar—penutup acara justru menghadirkan sebuah judul baru bernama Highguard dari Wildlight Entertainment. Sayangnya, pengumuman ini justru menuai badai kritik dan kebingungan alih-alih euforia. Mengapa sebuah debut di panggung sebesar TGA bisa berakhir kurang memuaskan?
Bagi gamer di Indonesia, TGA seringkali menjadi barometer tren industri global. Pengumuman di sana bisa menentukan hype untuk tahun-tahun mendatang. Ketika 'One More Thing' ternyata adalah sebuah game shooter yang belum banyak dikenal, ekspektasi tinggi yang terbangun sepanjang malam mendadak runtuh. Mari kita telaah lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa respons komunitas begitu dingin terhadap Highguard.
1 Ekspektasi Tinggi vs. Realitas Pengumuman
The Game Awards, di bawah arahan Geoff Keighley, dikenal piawai dalam membangun antisipasi. Penempatan pengumuman besar di penghujung acara, seringkali sebagai kejutan terakhir yang dijanjikan, menciptakan atmosfer 'harus menonton sampai akhir'. Komunitas telah berspekulasi liar; apakah ini trailer final untuk game AAA yang sudah lama dinanti, atau mungkin pengumuman dari studio raksasa yang sedang bersembunyi? Spekulasi ini wajar, mengingat TGA telah menjadi tempat peluncuran game-game ikonik sebelumnya.
Namun, ketika layar menampakkan trailer perdana untuk Highguard, respons yang muncul di media sosial, termasuk Twitter (X) dan Reddit, cenderung datar, bahkan negatif. Game ini digambarkan sebagai shooter sci-fi, namun trailer yang ditampilkan dinilai kurang memiliki 'gigitan' atau elemen pembeda yang kuat. Bagi penonton yang sudah menyaksikan berbagai trailer bombastis sebelumnya—dari game yang sudah dikenal hingga konsep baru yang lebih ambisius—Highguard terasa seperti pengumuman yang kurang bertenaga untuk menutup sebuah acara akbar.
Perlu Diketahui
The Game Awards (TGA) seringkali menjadi lokasi utama untuk 'World Premiere' game-game baru. Pengumuman ini biasanya dipilih secara ketat untuk memastikan dampak maksimal pada audiens global.
2 Analisis Trailer: Mengapa Highguard Gagal Memukau?
Kunci dari sebuah trailer debut di acara besar adalah kemampuan untuk menyampaikan identitas game dalam waktu singkat. Dalam kasus Highguard, beberapa kritikus menyoroti bahwa trailer perdananya terasa generik. Meskipun menampilkan mekanik sci-fi shooter yang menjanjikan, kurangnya visual yang benar-benar 'memecah keheningan' atau narasi yang memikat membuat game ini sulit menonjol di tengah persaingan ketat industri game saat ini.
Wildlight Entertainment sendiri bukanlah nama yang langsung dikenal oleh mayoritas gamer kasual maupun hardcore, yang menambah tantangan bagi mereka untuk mendapatkan perhatian instan. Ketika sebuah studio baru memperkenalkan IP (Intellectual Property) baru di panggung TGA, mereka harus memberikan 'hook' yang sangat kuat. Reaksi negatif yang muncul bukan semata-mata karena kebencian terhadap game baru, melainkan rasa kecewa karena harapan akan sebuah pengumuman yang lebih monumental tidak terpenuhi.
Berikut adalah beberapa poin utama yang diangkat oleh komunitas mengenai debut Highguard:
- 1 Visual yang Kurang Menonjol: Meskipun secara teknis mungkin baik, visualnya dinilai tidak menawarkan estetika yang unik atau baru dibandingkan shooter populer lainnya yang sudah ada di pasaran.
- 2 Posisi Waktu yang Krusial: Ditempatkan sebagai penutup setelah rentetan pengumuman besar lainnya, ekspektasi penonton berada di titik tertinggi, membuat penurunan intensitas terasa sangat signifikan.
- 3 Kurangnya Konteks: Tanpa sejarah atau franchise yang mendampingi, Highguard harus membuktikan diri dari nol, dan trailer debutnya dianggap gagal memberikan alasan kuat untuk diingat.
Pro Tip!
Bagi pengembang game yang ingin debut di acara besar seperti TGA, fokuskan trailer pada satu atau dua fitur inti yang benar-benar membedakan game Anda. Jangan coba menampilkan semuanya; fokus pada 'kesan pertama' yang tak terlupakan.
3 Masa Depan Highguard dan Pelajaran bagi Industri
Meskipun reaksi awal terhadap Highguard di TGA 2023 kurang menggembirakan, penting untuk diingat bahwa ini hanyalah awal. Banyak game besar di masa lalu yang awalnya menerima sambutan dingin, namun berhasil membalikkan keadaan setelah merilis gameplay mendalam atau setelah menerima kritik konstruktif. Salah satu tantangan terbesar bagi Wildlight Entertainment sekarang adalah bagaimana mereka memanfaatkan momentum negatif ini menjadi motivasi untuk menunjukkan kualitas sesungguhnya dari game tersebut.
Bagi komunitas gamer, terutama yang berada di Indonesia dan mengikuti perkembangan TGA, insiden ini mengajarkan pentingnya perspektif. Acara penghargaan seperti ini selalu didominasi oleh game-game besar yang sudah memiliki basis penggemar. Pengumuman game baru tanpa nama besar harus bekerja dua kali lebih keras untuk menarik perhatian. Kita harus memberikan kesempatan bagi studio independen atau studio baru untuk membuktikan diri melalui konten game yang lebih substansial di kemudian hari, bukan hanya menilai dari satu trailer penutup acara.
Melihat kembali momen 'One More Thing' TGA ini, kita melihat sebuah studi kasus sempurna tentang bagaimana penempatan dan kualitas presentasi dapat secara drastis memengaruhi persepsi publik, bahkan sebelum satu baris kode gameplay pun dirilis secara luas. Tanggung jawab kini ada di pundak Wildlight Entertainment untuk mengubah persepsi ini melalui transparansi dan demonstrasi gameplay yang meyakinkan di masa mendatang.
Kesimpulannya, kegagalan Highguard untuk mendapatkan sambutan hangat di penutup The Game Awards 2023 bukanlah akhir dari segalanya, melainkan sebuah awal yang sulit. Mereka berhasil mendapatkan perhatian—meski bukan dalam bentuk pujian yang diharapkan. Industri game selalu bergerak cepat, dan bagi Highguard, tantangan sesungguhnya adalah membuktikan bahwa di balik trailer yang kurang memikat itu, tersimpan sebuah pengalaman bermain yang layak untuk diperjuangkan oleh para gamer di seluruh dunia, termasuk di tanah air.