Home Blog Gaming Saudi Arabia Bidik Moonton Pem...
šŸ“
Gaming

Saudi Arabia Bidik Moonton Pembuat Mobile Legends Senilai Rp95 Triliun: Apa Dampaknya untuk Gamer Indonesia?

A

Administrator

Author

16 Feb 2026
2 views
0 komentar
Share:

Industri game dunia semakin panas dengan ambisi besar dari negara Timur Tengah. Saudi Arabia, melalui anak perusahaan Savvy Games Group milik Public Investment Fund (PIF), dikabarkan sedang bernegosiasi untuk mengakuisisi Moonton Technology, pengembang Mobile Legends: Bang Bang (MLBB), dari ByteDance senilai US$6 miliar atau sekitar Rp95 triliun. Kabar ini muncul saat akuisisi saham besar di Electronic Arts (EA) masih dalam proses, menunjukkan nafsu Saudi yang tak terpuaskan dalam mendominasi sektor gaming global.

Bagi gamer Indonesia, ini bukan sekadar berita internasional. MLBB adalah game MOBA paling populer di Tanah Air, dengan jutaan pemain aktif dan turnamen esports bergengsi seperti MPL Indonesia. Perubahan kepemilikan ini bisa membawa perubahan besar, mulai dari update konten hingga peluang kolaborasi baru. Mari kita bedah lebih dalam apa yang sedang terjadi dan implikasinya.

1 Latar Belakang Ambisi Gaming Saudi Arabia

Saudi Arabia bukan pendatang baru di industri game. Melalui Vision 2030, kerajaan ini berupaya diversifikasi ekonomi dari minyak ke sektor hiburan dan teknologi. Public Investment Fund (PIF) telah menyuntikkan miliaran dolar ke gaming, termasuk investasi di Activision Blizzard (pembuat Call of Duty), Electronic Arts (publisher Battlefield dan FIFA), serta Nintendo. Savvy Games Group, didirikan pada 2022, menjadi lengan utama dengan valuasi sendiri mencapai US$4,4 miliar.

Investasi di EA saja sudah mencapai 5% saham senilai ratusan juta dolar, meski belum full takeover seperti rumor awal. Strategi ini mirip dengan bagaimana mereka membangun ekosistem esports di Riyadh, termasuk membeli tim ESL dan DreamHack. Untuk Indonesia, ini berarti potensi turnamen internasional yang lebih dekat dengan Timur Tengah.

ā„¹ļø

Perlu Diketahui

Moonton dibeli ByteDance pada 2018 seharga US$4 miliar. MLBB telah capai 1 miliar unduhan global, dengan Indonesia sebagai pasar terbesar kedua setelah Filipina.

2 Detail Negosiasi Akuisisi Moonton oleh Savvy Games

Menurut laporan dari Bloomberg dan sumber terpercaya, ByteDance sedang mempertimbangkan penjualan Moonton untuk mengurangi eksposur di bisnis non-inti, terutama di tengah regulasi ketat China terhadap TikTok. Savvy Games menawarkan US$6 miliar, angka yang lebih tinggi dari akuisisi awal ByteDance, menandakan pertumbuhan pesat MLBB.

Moonton, berbasis di Shanghai, fokus pada game mobile seperti Magic Chess dan Mobile Legends Professional League (MPL). Akuisisi ini bisa mempercepat ekspansi ke pasar Arab, di mana MLBB sudah populer berkat server Middle East. Namun, belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak.

  • 1 Nilai Transaksi: US$6 miliar, setara Rp95 triliun, mencerminkan valuasi tinggi berkat revenue MLBB yang tembus miliaran dolar tahunan dari in-app purchase dan esports.
  • 2 Alasan ByteDance Jual: Fokus pada TikTok dan AI, plus tekanan regulasi pemerintah China terhadap game online.
  • 3 Peran Savvy: Akan integrasikan Moonton ke portofolio, mirip dengan akuisisi studio Snail Games dan Laynak.

3 Dampak Potensial bagi Gamer Mobile Legends di Indonesia

Indonesia adalah jantung MLBB dengan lebih dari 30 juta pemain aktif dan prize pool MPL mencapai Rp20 miliar per musim. Akuisisi Saudi bisa berarti skin bertema Arab, kolaborasi dengan tim esports Riyadh Masters, atau bahkan server baru yang mengurangi lag untuk pemain Asia Tenggara.

Namun, ada kekhawatiran soal monetisasi lebih agresif atau perubahan meta game. Saudi dikenal dorong konten halal, tapi MLBB sudah adaptif dengan sensor regional.

šŸ’”

Pro Tip!

Pantau update resmi MLBB via akun @mobilelegendsgame. Jika akuisisi terjadi, stok diamond sekarang untuk hindari fluktuasi harga top-up. Ikuti turnamen internasional untuk adaptasi meta baru lebih cepat!

  • ⭐ Peluang Esports: Kolaborasi MPL Indonesia dengan liga Saudi, tingkatkan hadiah dan eksposur tim lokal seperti RRQ Hoshi atau EVOS Legends.
  • ⭐ Update Konten: Hero baru bertema Timur Tengah, event crossover dengan game Saudi seperti Honor of Kings versi lokal.
  • ⭐ Risiko: Potensi pay-to-win jika fokus revenue naik, tapi kompetisi global akan jaga balance.

4 Strategi Saudi dan Masa Depan Industri Game

Savvy Games bukan hanya pembeli, tapi pembangun ekosistem. Mereka rencanakan studio game sendiri di Saudi dan hub esports raksasa. Akuisisi Moonton akan kuatkan posisi di mobile gaming, pasar terbesar dunia dengan 50% revenue global.

Bagi Indonesia, ini peluang besar. Dengan booming esports, pemerintah bisa dorong kolaborasi via BEKRAF untuk bawa event Saudi ke Jakarta.

Pada akhirnya, akuisisi ini menegaskan bahwa Saudi Arabia sedang membangun 'death grip' di gaming, tapi juga membuka pintu baru bagi inovasi. Gamer Indonesia, tetaplah waspada dan nikmati MLBB apa adanya – perubahan besar sering kali membawa kesempatan emas bagi yang adaptif. Pantau perkembangannya, karena masa depan MOBA favorit kita bisa berubah drastis!

A

Administrator

Content Writer

Penulis artikel seputar gaming dan top up. Senang berbagi tips dan trik gaming!

Komentar (0)

Login untuk Berkomentar

Silakan login terlebih dahulu untuk dapat meninggalkan komentar.

Login Sekarang

Belum punya akun? Daftar di sini

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

Out of the Park Baseball 27 Siap Meluncur Pertengahan Maret: Upgrade Lengkap untuk Simulasi Baseball Terdepan

15 Feb 2026 Baca →
Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

Review OPPO Reno15 F 5G: HP Gaming 5G Mid-Range dengan Performa Ngebut untuk MLBB dan PUBG Mobile

14 Feb 2026 Baca →
šŸ“°

Kayou Trading Cards Masuk Tahun Pertama di Pasar AS: Koleksi Monster Jam, Demon Slayer, Naruto, My Little Pony, dan tokidoki Rilis 2026

14 Feb 2026 Baca →