Siapa yang masih ingat The Elder Scrolls: Blades? Game mobile RPG dari Bethesda yang sempat bikin heboh di tahun 2019 itu kini resmi delisted dari berbagai platform dan akan berhenti berfungsi sepenuhnya musim panas ini. Meski seri utama seperti The Elder Scrolls VI masih jauh di mata horizon, Bethesda justru 'mematikan' salah satu spinoff mobile mereka yang menjanjikan. Bagi gamer Indonesia yang doyan main RPG di ponsel seperti Genshin Impact atau Honkai: Star Rail, berita ini mungkin jadi pengingat betapa cepatnya siklus hidup game mobile berubah.
Di tengah hiruk-pikuk update Skyrim remaster dan ekspansi tahunan The Elder Scrolls Online (ESO), Blades hadir sebagai opsi ringan untuk fans seri fantasi epik ini. Namun, setelah bertahun-tahun, Bethesda memutuskan untuk menutup babaknya. Mari kita ulas lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi dan apa implikasinya bagi komunitas gamer global, termasuk di Indonesia.
1 Apa Itu The Elder Scrolls: Blades dan Mengapa Pernah Populer?
Dirilis pada Mei 2019 oleh Bethesda Game Studios, The Elder Scrolls: Blades adalah game RPG mobile yang mengadaptasi dunia Tamriel ke layar sentuh. Pemain berperan sebagai anggota Blades, organisasi rahasia penjaga kekaisaran, yang harus membangun kembali kota Skyrim pasca-rusaknya. Gameplay-nya unik: gabungan dungeon crawling ala klasik Elder Scrolls dengan elemen town-building seperti Clash of Clans, plus grafis console-quality yang jarang ditemui di mobile saat itu.
Untuk gamer Indonesia, game ini menarik karena gratis dimainkan (free-to-play) dengan in-app purchase yang wajar, cocok untuk spek HP mid-range seperti Poco atau Realme yang populer di sini. Puncak popularitasnya di 2019-2020, dengan jutaan download dan rating 4.5+ di Google Play. Bethesda bahkan rilis versi Nintendo Switch dan VR, menunjukkan ambisi besar. Tapi, seiring waktu, update menipis dan kompetisi dari gacha RPG Asia seperti Genshin membuatnya terlupakan.
- 1 Fitur Utama: Dungeon real-time dengan combat hack-and-slash, kustomisasi senjata lengkap, dan guild system untuk co-op raiding. Cocok buat yang suka eksplorasi lore Elder Scrolls tanpa PC high-end.
- 2 Inovasi Mobile: Rendering grafis AR (Augmented Reality) untuk foto NPC di dunia nyata, plus event seasonal tie-in dengan lore utama seperti Skyrim.
- 3 Monetisasi: Gem untuk summon hero, tapi progres bisa dicapai tanpa bayar – ideal untuk gamer casual Indonesia yang hemat kuota.
2 Alasan Delisting dan Shutdown: Apa Kata Bethesda?
Blades sudah delisted dari App Store dan Google Play Store, artinya tidak bisa di-download baru. Layanan server akan mati musim panas ini (diperkirakan Juli-Agustus 2024), membuat game offline pun tak bisa dimainkan karena bergantung koneksi online untuk progress dan event. Bethesda konfirmasi via forum resmi: fokus bergeser ke proyek besar seperti Starfield dan ES6.
Di Indonesia, ini mirip kasus shutdown Rules of Survival atau Lineage 2 Revolution yang dulu ramai. Alasan utama: biaya maintenance server tinggi untuk playerbase menurun (hanya ribuan active user sekarang), plus model bisnis F2P kurang kompetitif lawan miHoYo. Bethesda janji refund gem dan item premium via in-game store sebelum mati total.
Perlu Diketahui
Sebelum musim panas 2024, login sekarang untuk klaim refund otomatis gem (hingga 100%). Progress tidak bisa di-transfer ke game lain. Data server Bethesda hapus permanen post-shutdown.
3 Dampak bagi Pemain dan Alternatif RPG Mobile Terbaik
Bagi fans Elder Scrolls di Indonesia, kehilangan Blades berarti akhir era mobile Tamriel. Komunitas Discord dan Reddit masih aktif diskusi nostalgia, tapi tanpa update, game terasa usang. Insight: Bethesda prioritaskan single-player epik seperti Skyrim (ada port Android unofficial via emulasi), bukan live-service mobile yang rentan burnout developer.
Untungnya, banyak alternatif RPG mobile open-world yang mirip: Genshin Impact untuk eksplorasi masif, Black Desert Mobile untuk combat action, atau Tower of Fantasy dengan elemen gacha. Untuk nuansa Elder Scrolls, coba Morpg seperti Albion Online yang gratis dan cross-platform.
- ⭐ Genshin Impact: Grafis superior, story mendalam, event rutin – gratis dan cocok HP Indonesia spek sedang.
- ⭐ Black Desert Mobile: Town building + PvP guild, mirip Blades tapi lebih intens actionnya.
- ⭐ Skyrim (via Emulasi): Main versi PC di Android pakai Skyline Emulator – tapi hati-hati legalitas dan performa.
Pro Tip!
Screenshot semua achievement dan hero collection sekarang! Gabung komunitas Reddit r/Blades untuk share build terakhir. Coba mod offline Blades via APKMirror (risiko virus, gunakan VPN), atau switch ke ESO mobile web version untuk nostalgia Tamriel.
4 Masa Depan Seri Elder Scrolls di Tengah Perubahan Bethesda
Shutdown Blades bukan akhir dunia Elder Scrolls. Bethesda (sekarang di bawah Microsoft) lagi all-in ke ES6 yang dikabarkan 2026+, dengan engine Creation baru untuk modding ekstrem. Sementara ESO terus update chapter tahunan, seperti Gold Road 2024. Bagi gamer Indo, ini peluang top-up diamond ESO via situs lokal aman.
Pelajaran dari Blades: Game mobile butuh komitmen panjang. Bethesda mungkin eksperimen lagi di masa depan, tapi fokus PC/console dulu. Komunitas modder sudah siapkan archive Blades untuk preservasi.
Singkatnya, The Elder Scrolls: Blades tutup dengan manis setelah 5 tahun layani jutaan fans. Ini pengingat untuk hargai game favorit sebelum hilang, dan eksplor alternatif RPG mobile yang sedang naik daun. Tetap pantau berita Bethesda – Tamriel tak pernah benar-benar mati!