Penggemar seri The Elder Scrolls pasti terkejut mendengar kabar bahwa The Elder Scrolls: Blades, game RPG mobile free-to-play andalan Bethesda, akan tutup secara permanen pada 30 Juni 2026. Game yang dirilis pada 2020 ini menawarkan petualangan epik di dunia Tamriel yang ikonik, lengkap dengan grafis memukau dan sistem crafting mendalam. Penutupan ini menyusul nasib sama yang dialami kakaknya, The Elder Scrolls: Legends pada tahun lalu, menandakan era sulit bagi game mobile berbasis seri fantasi RPG legendaris ini.
Bagi gamer Indonesia yang banyak bermain mobile karena aksesibilitasnya, Blades pernah jadi pilihan utama untuk merasakan nuansa Elder Scrolls tanpa PC atau konsol high-end. Namun, dengan pengumuman ini, pemain diharuskan bersiap menghadapi akhir perjalanan. Mari kita ulas lebih dalam apa yang terjadi, sejarah singkatnya, serta langkah bijak yang bisa diambil.
1 Pengumuman Resmi dan Kronologi Penutupan
Bethesda Softworks secara resmi mengonfirmasi bahwa server The Elder Scrolls: Blades akan dimatikan mulai 30 Juni 2026. Ini berarti setelah tanggal tersebut, pemain tidak lagi bisa login, bermain, atau mengakses akun mereka. Pengumuman ini datang tidak lama setelah penutupan The Elder Scrolls: Legends, game kartu digital dari 2017 yang juga gagal bertahan di pasar mobile yang kompetitif.
Alasan di balik penutupan ini belum diungkap secara detail oleh Bethesda, tapi tren industri game mobile menunjukkan bahwa biaya pemeliharaan server sering kali tidak sebanding dengan pendapatan dari in-app purchase, terutama jika basis pemain menurun. Di Indonesia, di mana Blades sempat populer di kalangan penggemar RPG open-world, berita ini menjadi pukulan karena game ini menawarkan pengalaman dungeon crawler yang mirip Skyrim versi mini.
Perlu Diketahui
Penutupan berlaku global, termasuk Indonesia. Semua pembelian in-game tidak akan direfund secara otomatis, tapi Bethesda menjanjikan detail lebih lanjut mengenai kompensasi dalam pengumuman mendatang.
2 Sejarah dan Fitur Unggulan The Elder Scrolls: Blades
Dirilis pada Agustus 2019 untuk early access dan resmi pada 2020 di Android serta iOS, Blades dikembangkan oleh Bethesda Game Studios khusus untuk platform mobile. Game ini membawa elemen khas Elder Scrolls seperti eksplorasi dungeon, pertarungan real-time, dan kustomisasi kota milik pemain. Pemain berperan sebagai anggota Blades, organisasi rahasia yang melindungi Kaisar, dengan cerita yang terhubung ke lore Tamriel yang kaya.
Salah satu daya tariknya adalah grafis 3D berkualitas tinggi yang dioptimalkan untuk ponsel, serta mode PvP dan co-op yang membuatnya adiktif. Di Indonesia, Blades sempat viral di komunitas gamer seperti di forum Kaskus atau Reddit, karena gratis dan tidak terlalu bergantung pada gacha berlebihan dibanding game mobile lain.
- ā Grafis dan Kontrol: Rendering 3D realistis dengan kontrol swipe yang intuitif, cocok untuk layar sentuh HP Android murah sekalipun.
- ā Sistem Crafting: Bangun town hall dan forge senjata custom, mirip Skyrim tapi versi mobile ringan.
- ā Lore Mendalam: Terintegrasi dengan universe Elder Scrolls, termasuk referensi ke Skyrim dan Morrowind untuk fans hardcore.
3 Dampak bagi Pemain dan Tips Mengantisipasi Penutupan
Dengan hampir dua tahun lagi hingga server mati, pemain punya waktu untuk menyelesaikan quest tersisa dan menikmati konten akhir. Namun, progress tidak bisa dimigrasi ke game lain dari Bethesda, karena Blades berdiri sendiri. Di Indonesia, di mana top-up diamond sering dilakukan via situs lokal, pastikan klaim semua item sebelum terlambat.
Pro Tip!
Screenshot semua achievement dan progress sekarang. Hubungkan akun Bethesda.net untuk backup cloud, dan ikuti update resmi di forum Bethesda untuk info refund atau event farewell. Jangan boros gem sebelum penutupan!
- 1 Backup Data: Login via Bethesda account untuk sinkronisasi otomatis, cegah hilang progress saat uninstall.
- 2 Klaim Reward: Prioritaskan daily quest dan event untuk maksimalkan gem sebelum server down.
- 3 Cari Alternatif: Pindah ke game serupa seperti Genshin Impact atau Diablo Immortal yang punya elemen RPG open-world.
4 Alternatif RPG Mobile untuk Penggemar Blades di Indonesia
Pasar RPG mobile di Indonesia sedang ramai dengan judul-judul berkualitas. Untuk fans Blades yang suka dungeon crawling dan lore fantasi, ada beberapa opsi solid. Genshin Impact dari miHoYo menawarkan dunia open-world luas dengan elemen gacha yang adiktif, sementara Honkai: Star Rail punya cerita mendalam mirip Elder Scrolls.
Lokal pun ada Torchlight Infinite atau Ragnarok Origin yang populer di kalangan gamer Indo berkat server SEA dan event komunitas. Transisi dari Blades ke game ini akan mulus karena grafis mobile-first dan gratis untuk dimulai.
Penutupan The Elder Scrolls: Blades menutup satu bab dalam sejarah game mobile Bethesda, tapi seri Elder Scrolls tetap hidup lewat Skyrim Anniversary Edition di PC dan konsol. Bagi pemain setia di Indonesia, ini saatnya bereksplorasi dunia RPG baru sambil bernostalgia dengan petualangan Blades yang tak terlupakan. Dengan waktu dua tahun lagi, manfaatkan sebaik mungkin sebelum server benar-benar gelap pada 30 Juni 2026.