Bagi para penggemar cerita fantasi epik seperti The Lord of the Rings atau Game of Thrones, pembatalan serial live-action The Wheel of Time di Prime Video tahun lalu menjadi pukulan berat. Serial yang diadaptasi dari novel karya Robert Jordan ini sempat hype besar sejak debutnya pada 2021, tapi kini ada kabar membangungkan: kemungkinan comeback dalam bentuk serial animasi. Bagi pembaca Indonesia yang akrab dengan dunia fantasy melalui game seperti Elden Ring atau The Witcher, ini bisa jadi kesempatan baru untuk menikmati petualangan Rand al'Thor dan kawan-kawan.
1 Apa Itu The Wheel of Time dan Mengapa Begitu Populer?
The Wheel of Time adalah saga fantasi monumental karya Robert Jordan, yang terdiri dari 14 buku utama ditambah satu prequel berjudul New Spring. Cerita berlatar dunia di mana waktu berputar seperti roda, dengan elemen sihir berbasis One Power yang dibagi menjadi maskulin dan feminin. Tokoh utama seperti Rand al'Thor, seorang petani yang ternyata Dragon Reborn, berjuang melawan Dark One dalam perang abadi. Novel ini terjual lebih dari 90 juta kopi secara global, menjadikannya salah satu seri fantasi terlaris sepanjang masa.
Di Indonesia, penggemar fantasy sering membandingkannya dengan Saga Naga karya Raymond E. Feist atau bahkan Dune, karena kedalaman world-building-nya. Buku-buku ini mudah ditemukan di toko seperti Gramedia, dan banyak komunitas online di Reddit atau Kaskus yang aktif mendiskusikannya. Popularitasnya melonjak berkat adaptasi TV, meski live-action sempat dikritik karena perubahan plot dari buku asli.
- 1 World-Building Epik: Dunia dengan negara-negara seperti Andor, Cairhien, dan Tar Valon yang punya politik rumit mirip Game of Thrones, cocok untuk fans strategi game seperti Total War.
- 2 Karakter Ikonik: Aes Sedai perempuan penguasa sihir, Asha'man laki-laki, dan Forsaken sebagai villain utama yang punya backstory mendalam.
- 3 Pengaruh Budaya: Banyak elemen Asia dan Timur Tengah, seperti pedang curang dan profesi Aiel, yang resonan dengan pembaca Indonesia.
2 Sejarah Adaptasi Live-Action di Prime Video dan Alasan Pembatalan
Prime Video merilis season pertama The Wheel of Time pada November 2021, dengan Rafe Judkins sebagai showrunner. Serial ini menampilkan Rosamund Pike sebagai Moiraine Damodred dan Josha Stradowski sebagai Rand al'Thor. Season 2 tayang 2023, dan season 3 baru saja selesai produksi sebelum dibatalkan pada Desember 2023. Total tiga musim telah diproduksi, tapi Amazon memutuskan tidak melanjutkan karena biaya produksi tinggi—mencapai ratusan juta dolar—dan penonton yang stabil tapi tidak meledak seperti The Rings of Power.
Di Indonesia, serial ini populer di Prime Video dengan ribuan penonton lokal, terutama karena subtitle bahasa Indonesia yang bagus. Kritik utama datang dari fans buku yang kecewa dengan pacing lambat dan perubahan karakter, seperti pengenalan plot twist lebih awal. Meski begitu, visual efek sihir dan kostum epiknya sering dipuji, mirip kualitas CGI di game Final Fantasy XIV.
Perlu Diketahui
Semua tiga musim live-action masih tersedia di Prime Video Indonesia. Ini kesempatan bagus untuk marathon sebelum animasi potensial rilis, sambil bandingkan dengan buku asli.
3 Rumor Serial Animasi: Peluang Baru untuk Cerita yang Belum Selesai
Beberapa bulan setelah pembatalan, muncul rumor kuat bahwa The Wheel of Time akan dihidupkan kembali sebagai serial animasi. Sumber seperti Deadline dan IGN melaporkan bahwa Amazon sedang mempertimbangkan format ini untuk menghemat biaya live-action sambil mempertahankan skala epik. Animasi bisa menangkap visual rumit seperti channeling One Power atau pertempuran besar yang sulit direalisasikan secara live-action.
Contoh sukses animasi fantasy seperti Arcane (League of Legends) atau Dota: Dragon's Blood membuktikan format ini bisa tarik penonton global, termasuk gamer Indonesia yang sudah familiar dengan adaptasi game-to-anime. Jika terealisasi, animasi ini mungkin adaptasi langsung dari buku, melewati perubahan live-action yang kontroversial.
- ⭐ Keuntungan Animasi: Biaya lebih rendah, visual tanpa batas, dan voice acting internasional yang bisa libatkan aktor asli seperti Rosamund Pike.
- ⭐ Potensi untuk Indonesia: Subtitle Indo cepat, dan sinergi dengan event komik con lokal seperti Comic Frontier.
Pro Tip!
Sambil menunggu kabar animasi, coba main game fantasy mirip seperti Genshin Impact atau Black Desert Online yang punya elemen sihir dan dunia luas. Atau mulai baca buku dari The Eye of the World—bisa dibeli e-book di Google Play Books dengan harga terjangkau untuk fans Indo.
4 Dampak bagi Fans dan Masa Depan Franchise
Comeback animasi bisa selamatkan franchise yang sempat punya rencana MMORPG dari Amazon Games (yang juga dibatalkan 2021). Bagi gamer Indonesia, ini relevan karena banyak yang suka crossover media seperti The Witcher (game ke Netflix). Insight: Animasi sering lebih setia pada sumber, potensial adaptasi buku 4-14 yang belum dicover live-action.
Komunitas fans di Twitter Indonesia aktif dengan hashtag #WheelOfTimeID, sering bagikan fan art dan teori. Jika animasi rilis, ekspektasi tinggi untuk kualitas seperti studio MAPPA atau Wit Studio.
Pembatalan live-action memang mengecewakan, tapi rumor serial animasi memberi harapan baru bagi penggemar The Wheel of Time di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dengan potensi visual superior dan biaya efisien, format ini bisa jadi kunci menyelesaikan epos Robert Jordan. Tetap pantau update dari Prime Video, sambil nikmati ulang season lama atau selami buku aslinya—petualangan takkan berhenti di sini.